Jakarta, MI— Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menghadapi ujian penting jelang dua laga FIFA Matchday melawan Oman dan Mozambik. Setelah memimpin Skuad Garuda dalam dua pertandingan awal, pelatih asal Inggris itu dituntut segera memperbaiki performa tim usai hasil yang belum konsisten.
Di bawah arahan Herdman, Indonesia meraih kemenangan telak 4-0 atas Saint Kitts & Nevis, namun kemudian tumbang 0-1 dari Bulgaria. Dua laga berikutnya melawan Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (5/6/2026), serta menghadapi Mozambik empat hari berselang menjadi momentum kebangkitan Garuda.
Sejumlah pemain menjadi tulang punggung Herdman dalam dua pertandingan awalnya bersama Timnas Indonesia. Rizky Ridho tercatat sebagai pemain dengan menit bermain terbanyak, yakni penuh 180 menit.
Bek Persija Jakarta itu diproyeksikan kembali menjadi andalan sekaligus kapten tim setelah Jay Idzes dipastikan absen akibat cedera. Selain Ridho, pemain seperti Ole Romeny, Calvin Verdonk, Kevin Diks, Joey Pelupessy, Justin Hubner, hingga Elkan Baggott juga selalu mendapat kepercayaan tampil.
Produktivitas lini depan Indonesia sejauh ini masih bertumpu pada Beckham Putra. Gelandang muda tersebut menjadi pencetak gol terbanyak di era Herdman dengan torehan dua gol.
Sementara dua gol lainnya masing-masing disumbangkan Ole Romeny dan Mauro Zijlstra saat Indonesia menghancurkan Saint Kitts & Nevis.
Meski sudah menjalani dua pertandingan, Herdman belum memberikan debut kepada pemain baru di Timnas senior. Namun situasi itu bisa berubah pada FIFA Matchday Juni ini.
Mathew Baker menjadi satu-satunya pemain di skuad Indonesia yang belum memiliki caps bersama tim senior. Pemain muda tersebut berpeluang mencatat debut saat menghadapi Oman atau Mozambik.
Dalam dua laga awal kepemimpinannya, Herdman sudah memainkan total 21 pemain. Delapan di antaranya berasal dari kompetisi Super League Indonesia.
Rotasi yang dilakukan Herdman menunjukkan upaya membangun komposisi terbaik Timnas Indonesia, sekaligus mencari keseimbangan antara pemain diaspora dan talenta lokal untuk menghadapi tantangan yang lebih berat ke depan.**

