New Jersey, MI– Timnas Ekuador menunjukkan mental baja saat membalikkan keadaan untuk menundukkan Jerman dengan skor 2-1 pada laga terakhir Grup E Piala Dunia 2026. Kemenangan dramatis di MetLife Stadium, New Jersey, Jumat (26/6/2026) dini hari WIB, mengantar La Tri melaju ke babak 32 besar melalui jalur tim peringkat ketiga terbaik.
Jerman sebenarnya membuka laga dengan sempurna. Baru dua menit pertandingan berjalan, kombinasi cepat Alexander Pavlovic dan Florian Wirtz diselesaikan dengan apik oleh Leroy Sané untuk membawa Die Nationalelf unggul 1-0.
Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Ekuador langsung merespons lewat serangan balik cepat. Pada menit kesembilan, Nilson Angulo melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang gagal dijangkau Manuel Neuer. Skor berubah menjadi 1-1.
Setelah gol penyeimbang tersebut, pertandingan berlangsung sengit. Ekuador tampil agresif karena membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang lolos, sementara Jerman yang sudah memastikan tiket fase gugur bermain lebih tenang mengontrol tempo.
Memasuki babak kedua, tekanan La Tri semakin meningkat. Beberapa peluang emas sempat tercipta, termasuk melalui kapten tim Enner Valencia dan Gonzalo Plata. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-77.
Berawal dari situasi sepak pojok, sundulan Kevin Rodriguez mengarah ke depan gawang dan langsung disambar Gonzalo Plata. Gol tersebut membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk Ekuador.
Tertinggal, Jerman berusaha menyamakan kedudukan di sisa pertandingan. Beberapa peluang berhasil diciptakan, termasuk lewat Deniz Undav pada masa injury time. Namun rapatnya pertahanan Ekuador membuat skor tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini membuat Ekuador mengakhiri fase grup di posisi ketiga Grup E dengan empat poin. Meski berada di bawah Jerman dan Pantai Gading yang sama-sama mengoleksi enam poin, La Tri berhak melaju ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Sementara itu, meski menelan kekalahan perdana di fase grup, Jerman tetap keluar sebagai juara Grup E dan lolos ke fase gugur bersama Pantai Gading. Keberhasilan Ekuador menjadi bukti bahwa semangat pantang menyerah masih menjadi senjata utama mereka di panggung terbesar sepak bola dunia.**
