Jakarta, MI– Klub raksasa Prancis, Olympique Lyonnais, memasuki babak baru di tengah krisis finansial yang membelit mereka dalam beberapa tahun terakhir. Miliarder asal Amerika Serikat, Michele Kang, resmi mengambil alih kendali klub dengan paket akuisisi dan restrukturisasi yang digadang-gadang menjadi penyelamat masa depan Lyon.
Melalui perusahaan investasinya, Olympe Bidco SAS, Kang mengakuisisi hampir 88 persen saham Eagle Football Group, induk usaha Olympique Lyonnais, dengan nilai transaksi sekitar 30 juta dolar AS atau setara hampir Rp490 miliar.
Namun nilai pembelian tersebut hanyalah awal. Kang juga menyiapkan suntikan dana segar hingga 81 juta dolar AS dalam dua musim mendatang guna memulihkan kondisi keuangan klub yang sedang terpuruk.
Langkah itu menjadikan Michele Kang sebagai salah satu perempuan paling berpengaruh dalam sepak bola Eropa, sekaligus salah satu pemilik wanita yang mengendalikan klub putra elite di benua biru.
Akuisisi ini terjadi di saat Lyon menghadapi tekanan finansial serius. Klub yang pernah mendominasi Liga Prancis dengan tujuh gelar beruntun pada periode 2002-2008 itu kini dibebani utang besar dan berada di bawah pengawasan regulator keuangan sepak bola Prancis.
Masalah semakin rumit setelah Eagle Football Holdings milik pengusaha Amerika John Textor mengalami kesulitan keuangan dan masuk proses administrasi pada awal tahun ini.
Untuk menyelamatkan Lyon, paket restrukturisasi yang disiapkan mencakup penghapusan utang subordinasi senilai 232,6 juta euro, penghapusan sejumlah kewajiban kepada perusahaan afiliasi Eagle Football, serta penjadwalan ulang pinjaman senior selama 18 bulan.
Pakar keuangan sepak bola dari University of Liverpool, Kieran Maguire, menilai harga akuisisi Lyon memang terlihat sangat murah. Namun menurutnya, hal itu mencerminkan besarnya persoalan yang sedang dihadapi klub tersebut.
"Ini bukan sekadar transaksi bisnis, tetapi operasi penyelamatan. Sulit membayangkan bagaimana Lyon bisa bertahan tanpa kesepakatan ini," kata Maguire.
Sebelum masuk ke Lyon, Michele Kang lebih dikenal sebagai pengusaha sukses di sektor teknologi kesehatan. Ia mendirikan Cognosante pada 2008 yang kemudian diakuisisi oleh Accenture Federal Services pada 2024.
Di dunia olahraga, Kang telah memiliki sejumlah klub sepak bola wanita, termasuk Washington Spirit di Amerika Serikat, London City Lionesses di Inggris, dan OL Lyonnes, tim wanita Lyon yang sangat sukses di Eropa.

Kini tantangan terbesarnya berada di tim putra Olympique Lyonnais.
Selain menyehatkan keuangan klub, Kang juga dituntut mengembalikan Lyon ke papan atas sepak bola Prancis dan kompetisi Eropa.
Liga Champions Jadi Kunci
Menurut Maguire, masa depan finansial Lyon sangat bergantung pada kemampuan klub kembali tampil di Liga Champions.
Kompetisi elite Eropa itu menjadi sumber pendapatan terbesar melalui hak siar, sponsor, dan penjualan tiket. Tanpa tiket Liga Champions, beban operasional klub berpotensi terus membengkak dan harus ditutupi pemilik baru.
Meski kesepakatan telah diumumkan, proses akuisisi masih menunggu persetujuan regulator keuangan sepak bola Prancis (DNCG). Persetujuan tersebut menjadi syarat utama agar Lyon dapat tetap berkompetisi di Ligue 1 musim 2026/2027.
Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, transaksi akan tuntas paling lambat 30 Juni 2026. Setelah itu, Michele Kang akan memimpin era baru Lyon dengan target mengembalikan salah satu klub paling bersejarah di Prancis tersebut ke jalur kejayaan.**
