97 UMKM Manfaatkan Limbah Batu Bara PLTU Jadi Batako

Adelio Pratama
Adelio Pratama
Diperbarui 1 Maret 2022 22:03 WIB
Monitorindonesia.com - PLN mendukung pengembangan bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam memanfaatkan abu sisa pembakaran batu bara atau fly ash dan bottom ash (FABA). Hingga awal 2022, tercatat 97 UMKM turut memanfaatkan FABA untuk pembangunan daerah yang tersebar di 20 PLTU seluruh Indonesia. Salah satu kisah keberhasilan datang dari Ombilin, Sumatera Barat. Kolaborasi antara BUMDes Karya Muda Mandiri dan CV Bangun Nusantara Raya selaku UMKM sekitar mampu memproduksi batako dengan memanfaatkan FABA yang dihasilkan oleh PLTU Ombilin. Ketua BUMDes Karya Muda Mandiri, I Made Safari Oktaria mengapresiasi pendampingan yang diberikan PLN sehingga produk batako dari FABA mulai diterima masyarakat. “Kami berhasil menggeser paradigma masyarakat terhadap abu batu bara dengan pembuatan batako ini. Sekarang masyarakat antusias menggunakan produk batako dari sisa pembakaran batu bara di PLTU Ombilin,” jelasnya. I Made menuturkan, kerja sama pengelolaan FABA tersebut merupakan upaya PLN untuk menghasilkan nilai tambah kehadiran PLTU yang memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar lewat pembuatan batako. Hasil produksi batako dari FABA kini dipakai untuk agenda bedah rumah yang digelar pemerintah setempat, pagar sekolah, hingga beragam bentuk penggunaan lain. “Kami juga sedang menjajaki kerja sama dengan pelaku usaha konstruksi,” jelasnya. I Made menambahkan, dengan komposisi semen sebanyak 20 persen, FABA 15 persen dan pasir 65 persen, BUMDes Karya Muda Mandiri mampu memproduksi sebanyak 100-200 pcs per hari dengan memanfaatkan FABA sebanyak 5-10 ton per minggu. Sedangkan CV Bangun Nusantara memproduksi 2.000-3.000 pcs per hari dengan memanfaatkan FABA 20-40 ton per minggu dengan komposisi semen sebanyak 20 persen, FABA 30 persen, dan pasir 50 persen. I Made mengatakan, batako lebih kokoh disebabkan oleh sifat pori-pori FABA yang rapat dan dapat mengurangi penggunaan semen. Tanpa FABA, produksi batako menggunakan dolomit/kapur dalam campurannya sehingga membutuhkan semen lebih banyak. PLN menyediakan FABA dari lokasi PLTU secara cuma-cuma sedangkan biaya pengangkutan ditanggung UMKM. Executive Vice President PLN, Agung Murdifi, mengatakan pemanfaatan FABA menjadi salah satu fokus program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PLN tahun 2022. Program ini juga termasuk upaya PLN dalam mengimplementasikan Environmental, Social and Corporate Governance (ESG). “PLN mendorong UMKM dan masyarakat memanfaatkan FABA secara cuma-cuma untuk pembuatan batako, jalan beton dan berbagai pemanfaatan lainnya,” ujarnya. [dor]

Topik:

PLN batu bara