Jakarta, MI - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) semakin agresif memperkuat bisnis data center sebagai motor pertumbuhan baru pada 2026.
Strategi ini ditempuh seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital dan komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI), sekaligus membuka peluang peningkatan kinerja jangka panjang.
Melalui anak usaha NeutraDC, Telkom mengembangkan Hyperscale Data Center (HDC) Batam yang dirancang sebagai fasilitas AI-ready berkapasitas besar.
Lokasinya di kawasan SIJORI (Singapura, Johor, dan Riau) memberikan nilai strategis karena berada di jalur utama ekosistem digital regional yang tengah berkembang pesat. Posisi ini dinilai mampu menarik permintaan dari perusahaan teknologi global maupun penyedia layanan cloud.
Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menilai HDC Batam memiliki peluang besar untuk menangkap limpahan kebutuhan pusat data dari Singapura. Keterbatasan lahan dan energi di negara tersebut membuat ekspansi pusat data baru semakin terbatas, sehingga Batam berpotensi menjadi alternatif utama.
“Fasilitas AI-ready berpotensi memberikan margin yang lebih tinggi dibanding layanan konektivitas tradisional, sehingga dapat menjadi sumber pertumbuhan jangka panjang bagi Telkom,” ujar Wafi, Kamis (19/2/2026).
Secara teknis, HDC Batam memiliki kapasitas awal 18 megawatt (MW) dengan potensi ekspansi hingga 54 MW. Fasilitas ini juga telah mengantongi sertifikasi Uptime Institute Tier III, yang mencerminkan standar keandalan tinggi.
Operasional penuh ditargetkan pada 2026, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan komputasi AI di Asia Tenggara.
Ekspansi ini memperkuat transformasi Telkom menuju bisnis infrastruktur digital bernilai tambah tinggi. Dengan dukungan permintaan yang terus tumbuh dan posisi strategis Batam, bisnis data center dipandang mampu menjadi katalis positif bagi kinerja perseroan.
Sejalan dengan prospek tersebut, KISI merekomendasikan saham TLKM pada peringkat beli (buy) dengan target harga Rp3.900 per saham, mencerminkan optimisme terhadap potensi pertumbuhan Telkom ke depan

