BEI Buka Suara soal IHSG Anjlok 4%

Jakarta, MI - Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara soal koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I, Rabu (4/3/2026).
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, menyebut pelemahan IHSG sejalan dengan pergerakan bursa saham regional yang juga mengalami tekanan signifikan.
Menurut Irvan, tekanan di pasar domestik tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari sentimen risk-off global yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik.
“Pergerakan IHSG sejalan dengan pergerakan indeks regional lain yang juga turun tajam, seperti Kospi, SET, Kosdaq, Nikkei, Taiwan TAIEX, dan ASX,” kata Irvan, dikutip Rabu (4/3/2026)
Ia mengatakan, pasar saham Korea Selatan sempat mengalami trading halt setelah indeksnya turun lebih dari 8%, menandakan tingginya volatilitas di pasar keuangan Asia.
Tekanan pasar makin meningkat seiring eskalasi konflik di Timur Tengah yang terus memanas. Kekhawatiran investor bertambah setelah Iran menutup Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.
Penutupan jalur strategis ini menimbulkan kekhawatiran gangguan pasokan energi global dan mendorong lonjakan harga minyak dunia, yang kemudian memperkuat sentimen negatif di pasar saham.
IHSG Anjlok 3,33% di Sesi I
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG kembali tertekan, merosot 264,17 poin atau turun 3,33% ke level 7.675,91 pada perdagangan sesi I Rabu (4/3/2026) pukul 11.00 WIB.
Tak lama setelah pasar dibuka, IHSG langsung terkoreksi sekitar 1%, dan tekanan terus berlanjut menjelang siang, bahkan sempat ambles lebih dari 4% secara point-to-point.
Sepanjang perdagangan pagi hingga siang ini, rentang pergerakan indeks berada di kisaran 7.897,81, dengan titik terendah pagi–siang ini mencapai 7.584,85.
BEI mencatat nilai transaksi mencapai Rp15,64 triliun dari total 30,5 miliar saham yang diperdagangkan, dengan dominasi aksi jual yang cukup besar. Aktivitas perdagangan terjadi sebanyak 1,8 juta kali.
Topik:
