BREAKINGNEWS

Dari Sawah Nusantara ke Tanah Suci, BULOG Kirim 2.280 Ton Beras Premium

Mentan Andi Amran Sulaiman Lepas  Beras Befood Nusantara  ke Arab Saudi (Foto. Rizal Siregar)
Mentan Andi Amran Sulaiman Lepas Beras Befood Nusantara ke Arab Saudi (Foto. Rizal Siregar)

Jakarta, MI - Ekspor beras Indonesia mencatatkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya, beras premium hasil panen petani dalam negeri diberangkatkan khusus guna memenuhi kebutuhan konsumsi Jemaah Haji Indonesia di Tanah Suci, menandai transformasi swasembada pangan menuju level global.

Melalui Perum BULOG, sebanyak 2.280 ton Beras Befood Nusantara dikirim secara bertahap ke Arab Saudi untuk musim haji 2026. Pelepasan ekspor dilakukan di Gudang BULOG Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Acara tersebut dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Anggota Komisi IV DPR RI Abdul Kharis, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Haji dan Umrah Jaenal Effendi, Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy, serta Direktur Utama BULOG Ahmad Rizal Ramdhani beserta jajaran direksi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut momen ini sebagai bukti nyata bahwa swasembada beras Indonesia telah melampaui target awal.

“Ini adalah hari bersejarah bagi sektor pangan nasional. Kita tidak hanya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga di dalam negeri, tetapi juga mampu mengekspor beras premium untuk kebutuhan jamaah haji kita sendiri. Artinya, swasembada yang kita capai benar-benar berkualitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut lahir dari kolaborasi erat antara pemerintah, BULOG, dan para petani.

“Petani adalah pahlawan pangan kita. Tanpa kerja keras mereka meningkatkan produksi dan kualitas, capaian ini tidak mungkin terwujud,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa ekspor ini membawa pesan strategis bagi dunia internasional.

“Ekspor ini bukan semata transaksi perdagangan. Ini adalah simbol kemandirian bangsa. Kita membuktikan bahwa beras Indonesia mampu memenuhi standar ekspor internasional dan dipercaya untuk dikonsumsi jamaah haji di Tanah Suci,” tegasnya.

Beras yang diekspor merupakan hasil pengadaan gabah segar petani dalam negeri yang diproses melalui Rice Milling Unit (RMU) modern berstandar tinggi. Produk tersebut memiliki kadar air terjaga, tingkat pecahan maksimal 5 persen, telah melalui uji laboratorium, memenuhi standar ekspor internasional, serta tersertifikasi halal.

Pemerintah memastikan langkah ekspor ini tidak mengganggu pasokan domestik. Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) disebut dalam kondisi aman dan terkendali sehingga kebutuhan masyarakat tetap terjaga.

Momentum ini sekaligus memperkuat diplomasi pangan Indonesia, menunjukkan bahwa produk beras nasional memiliki daya saing, kualitas, dan kepercayaan di tingkat global.

Topik:

Rizal Siregar

Penulis

Video Terbaru