BREAKINGNEWS

Pemerintah Susun Strategi Antisipasi Gejolak Global demi Menjaga Ketahanan Pangan dan Energi

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meredam dampak konflik geopolitik global. Salah satu fokus utamanya adalah penguatan ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional, yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, ketahanan pangan dan energi menjadi fondasi penting dalam menghadapi ketidakpastian global. 

"Program swasembada pangan dan energi tidak hanya bergantung pada sektor pertanian dan energi, tetapi juga membutuhkan dukungan kuat dari industri manufaktur nasional," ucap dia dalam keterangan resminya, Kamis (5/3/2026).

Dia menjelaskan, industri manufaktur berperan besar dalam mendukung ketahanan pangan dan energi, mulai dari produksi pupuk, alat dan mesin pertanian, sarana pendukung pertanian, hingga pengembangan teknologi energi. Peran ini membuat industri menjadi bagian penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Di sektor pangan, industri pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan), industri pengolahan pangan, serta industri kemasan menjadi tulang punggung peningkatan produktivitas pertanian nasional. Keberadaan ekosistem industri yang kuat akan membantu menjaga pasokan pangan tetap stabil.

Sementara di sektor energi, industri manufaktur berkontribusi dalam pengembangan energi baru dan terbarukan, produksi komponen pembangkit listrik, pengembangan kendaraan listrik, serta industri petrokimia yang menjadi bagian penting dari rantai pasok energi nasional.

Agus menegaskan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penguatan industri hulu dan hilir agar Indonesia semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan strategis, khususnya di bidang pangan dan energi. 

"Struktur industri yang kuat diyakini akan meningkatkan daya tahan ekonomi nasional terhadap gejolak global," jelas dia.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat kebijakan peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) dan pengembangan rantai pasok industri domestik. Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan impor sekaligus meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri.

Transformasi menuju industri hijau dan peningkatan efisiensi energi di sektor manufaktur juga terus didorong. Upaya ini diharapkan dapat menekan ketergantungan pada energi fosil serta meningkatkan daya saing industri Indonesia di pasar global.

Dia optimistis, dengan kontribusi industri manufaktur yang masih menjadi salah satu penopang utama ekspor dan pertumbuhan ekonomi, sektor ini memiliki ketahanan yang kuat menghadapi dinamika ekonomi dunia.

"Dengan penguatan struktur industri nasional serta dukungan terhadap program ketahanan pangan dan energi, kami yakin industri manufaktur Indonesia tetap mampu tumbuh dan bersaing di tengah tantangan global," pungkas Agus.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru