Jakarta, MI - Nama PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia belakangan ini menjadi sorotan publik setelah kantor perusahaan tersebut sempat digeledah oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bareskrim Polri.
Penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka penyidikan dugaan tindak pidana pasar modal terkait lonjakan harga saham PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) yang melonjak hingga sekitar 7.150% di pasar regular dalam kurun aktu 2020-2022. Salah satu pihak yang menggeladah adalah Direktur Eksekutif Penyidik Sektor Jasa Keuangan OJK Daniel Bolly Hyronimus.
Saat kejadian itu melibatkan ASS selaku beneficial owner PT BEBS dan MWK yang merupakan mantan Direktur Investment Banking PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, serta korporasi PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, dengan modus insider trading, manipulasi IPO, dan transaksi semu.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) dan berbagai sumber yang diperoleh Monitorindonesia.com, Mirae Asset Sekuritas Indonesia berada di Bawah naungan Mirae Asset Financial Group, grup jasa keuangan global asal Korea Selatan.
Saat ini mayoritas saham perusahaan dimiliki oleh Mirae Asset Securities (HK) Ltd. sebesar 99%. Sisanya dimiliki oleh PT Buma Apparel Industry (0,15%) dan PT SNET Indonesia (0,49%).
Di BEI, perusahaan ini dikenal dengan kode broker YP dan memiliki jaringan puluhan cabang serta galeri investasi di berbagai daerah di Indonesia.
Sebelum ada kasus ini, Mirae Asset Sekuritas Indonesia memiliki perjalanan panjang di industri pasar modal nasional.
Perusahaan ini pertama kali berdiri pada 1994 dengan nama Monas Buana Securities. Pada 2003, namanya berubah menjadi eTrading Securities, lalu pada 2013 menjadi Daewoo Securities Indonesia.
Nama tersebut digunakan hingga 2016, sebelum akhirnya resmi memakai nama Mirae Asset Sekuritas Indonesia seperti saat ini.
Kinerja dan Aktivitas Perdagangan
Per Maret 2026, Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) perusahaan tercatat sebesar Rp1,432 triliun, turun dari Rp1,479 triliun pada Februari 2026.
Sedangkan asset Mirae Asset sudah mencapai Rp14,5 triliun. Saat ini, aset tersebut sedang dibekukan.
Dalam aktivitas perdagangan, Mirae Asset Sekuritas Indonesia dikenal sebagai salah satu sekuritas dengan nilai transaksi harian terbesar di BEI. Basis investor ritel yang kuat menjadi faktor utama tingginya volume transaksi perusahaan.
Manajemen Perusahaan Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Di jajaran manajemen, perusahaan ini dijalankan oleh kalangan profesional dengan susunan sebagai berikut:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Seung Wook Kim
- Komisaris Independen: Uriep Budhi Prasetyo
Dewan Direksi
- Presiden Direktur: Jisang Yoo
- Direktur: Arisandhi Indrodwisatio
- Direktur: Tomi Taufan
Layanan dan Produk
Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyediakan beragam layanan pasar modal, antara lain:
- Perantara Pedagang Efek (Brokerage): perdagangan saham dan ETF
- Penjamin Emisi Efek (Underwriting): IPO dan penerbitan obligasi
- Platform Perdagangan Online: aplikasi m.Stock (sebelumnya HOTS) untuk transaksi saham konvensional dan syariah
- Wealth Management: reksa dana, obligasi, dan konsultasi investasi
Riset dan Kepatuhan Regulasi
Selain aktivitas brokerage dan investment banking, perusahaan juga aktif menerbitkan laporan riset saham dan analisis ekonomi yang banyak digunakan investor sebagai bahan pertimbangan investasi.
Sebagai perusahaan efek, Mirae Asset Sekuritas Indonesia berada di bawah pengawasan OJK dan tunduk pada seluruh ketentuan pasar modal. Manajemen menegaskan komitmen untuk menjaga tata kelola perusahaan yang baik, transparansi, serta perlindungan investor.
Dengan skala usaha besar, jaringan global, dan peran signifikan di pasar modal domestik, Mirae Asset Sekuritas Indonesia tetap menjadi salah satu pemain penting di industri—meski saat ini tengah berada dalam sorotan penegakan hukum.

