BREAKINGNEWS

APBN Defisit Rp135,7 Triliun per Februari 2026, Menkeu Soroti Setoran Pajak

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mencatat defisit sebesar Rp135,7 triliun hingga akhir Februari 2026. Nilai tersebut setara dengan 0,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Meski begitu, Purbaya menilai kondisi penerimaan negara menunjukkan kinerja yang positif. Hal ini terutama ditopang oleh sektor perpajakan yang mengalami pertumbuhan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Pengumpulan pajak di dua bulan pertama 2026 ini tumbuh 30 persen. Kita akan pastikan itu akan stabil terus ke depan," kata Purbaya dalam Media Briefing dan Buka Puasa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Berdasarkan data Kemenkeu, realisasi pendapatan negara tercatat mencapai Rp358 triliun. Sementara itu, belanja negara sudah menembus Rp493,8 triliun.

Pendapatan negara sebesar Rp358 triliun tersebut bersumber dari penerimaan pajak sebesar Rp245,1 triliun, setoran kepabeanan dan cukai senilai Rp44,9 triliun, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mencapai Rp68 triliun.

Di sisi lain, realisasi belanja negara sebesar Rp493,8 triliun digunakan untuk belanja pemerintah pusat sebesar Rp346,1 triliun dan penyaluran transfer ke daerah senilai Rp147,7 triliun.

Purbaya menegaskan pemerintah akan terus menjaga momentum pertumbuhan penerimaan tersebut agar tetap berlanjut sepanjang tahun. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan postur fiskal tetap sehat dalam mendukung berbagai program pembangunan nasional.

"Kita pastikan semua faktor-faktor pendukung pertumbuhan ekonomi itu berjalan dengan baik," pungkasnya. 

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru