BREAKINGNEWS

Menkeu akan Pangkas Anggaran MBG Jika Defisit APBN Melebihi 3%

Korupsi MBG
Ilustrasi makan bergizi gratis (MBG). (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka kemungkinan melakukan efisiensi pada anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang pada 2026 mencapai sekitar Rp335 triliun. Langkah ini dipertimbangkan sebagai upaya menjaga stabilitas keuangan negara apabila harga minyak dunia melonjak tajam.

Pada tahun ini, program MBG menargetkan 82,9 juta penerima manfaat, meningkat signifikan dibandingkan 2025 yang memiliki anggaran sekitar Rp71 triliun dengan target 17,9 juta penerima.

Menurut Purbaya, pemerintah telah melakukan simulasi risiko (stress test) terhadap potensi kenaikan harga minyak mentah dunia hingga rata-rata USD92 per barel dalam setahun, karena adanya ketegangan geopolitik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan hasil simulasi tersebut, jika harga minyak berada di level tersebut sepanjang tahun, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berpotensi melebar hingga sekitar 3,6 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), melampaui batas aman yang ditetapkan sebesar 3 persen.

“Kita sudah melakukan simulasi. Kalau harga minyak rata-rata USD92 per barel selama setahun, defisitnya bisa menjadi sekitar 3,6 persen,” ujar Purbaya di Jakarta, seperti dikutip Minggu (8/3/2026).

Untuk mencegah defisit semakin melebar, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah penyesuaian pada belanja negara. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah melakukan efisiensi pada beberapa program, termasuk program MBG.

Meski begitu, Purbaya menegaskan penghematan tidak akan menyentuh anggaran utama yang berkaitan langsung dengan penyediaan makanan bagi penerima manfaat, seperti anak sekolah, ibu hamil, dan lansia.

Efisiensi lebih difokuskan pada belanja penunjang yang tidak berhubungan langsung dengan penyediaan makanan.

"Program MBG tetap penting. Namun kita ingin memastikan tidak ada pengeluaran yang kurang mendukung langsung penyediaan makanan, misalnya pembelian motor untuk seluruh SPPG atau pengadaan komputer," pungkas dia.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru