Laba Alamtri Minerals Indonesia Anjlok 38% Jadi USD271,21 Juta di 2025

Jakarta, MI - Kinerja keuangan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) sepanjang 2025 mengalami tekanan cukup signifikan. Emiten tambang ini mencatat laba bersih sebesar USD271,21 juta, turun 37,88% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai USD436,65 juta.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dikutip dari keterbukaan informasi pada Senin (9/3/2026), penurunan laba tersebut juga berdampak pada laba per saham (EPS). Laba per saham dasar dan dilusian tercatat turun menjadi USD0,0066, dari sebelumnya USD0,0107.
Dari sisi pendapatan, ADMR juga mencatat penurunan. Sepanjang 2025, pendapatan usaha perusahaan tercatat USD972,94 juta, atau turun 15,7% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD1,15 miliar.
Jika dirinci, sebagian besar pendapatan masih berasal dari segmen pertambangan yang menyumbang USD968,8 juta. Sementara itu, pendapatan dari jasa lainnya tercatat sebesar USD14,93 juta, dengan eliminasi sebesar USD10,78 juta.
Di sisi biaya, beban pokok pendapatan tercatat USD577,68 juta, sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar USD576,39 juta.
Kenaikan biaya ini ikut menekan profitabilitas perusahaan. Akibatnya, laba kotor ADMR turun cukup tajam menjadi USD395,26 juta, dari sebelumnya USD577,79 juta.
Tekanan juga terlihat pada tingkat operasional. Beban usaha meningkat menjadi USD43,6 juta, dibandingkan USD38,48 juta pada tahun sebelumnya. Kondisi ini membuat laba usaha ADMR turun menjadi USD318,31 juta, jauh lebih rendah dibandingkan USD540,34 juta pada 2024.
Meski kinerja laba tertekan, neraca keuangan perusahaan justru menunjukkan peningkatan. Total aset ADMR naik signifikan menjadi USD2,89 miliar, dari sebelumnya USD2,07 miliar. Dengan porsi liabilitas dan ekuitas masing-masing menjadi USD1,17 miliar dan USD1,71 miliar.
Topik:
