OJK Prediksi Pijaman Gadai dan Pinjol Meningkat Jelang Perayaan Lebaran 2026

Jakarta, MI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan penyaluran pembiayaan dari industri pergadaian hingga pinjaman online (pinjol) akan meningkat selama Ramadan menjelang Lebaran 2026. Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya kebutuhan dana masyarakat, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun tambahan modal usaha.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman mengatakan bahwa periode Ramadan secara konsisten menjadi momentum peningkatan permintaan pembiayaan di sektor keuangan non-bank.
“Industri pergadaian diperkirakan tetap tumbuh positif di tengah pesatnya perkembangan pembiayaan digital, karena masih menawarkan alternatif pembiayaan berbasis agunan yang mudah diakses masyarakat,” ujar Agusman dalam keterangan tertulis RKDB OJK Februari 2026, dikutip Senin (9/3/2026).
Menurut OJK, layanan pergadaian masih memiliki peluang pertumbuhan yang cukup besar, terutama karena menyediakan akses pembiayaan cepat bagi masyarakat yang membutuhkan likuiditas jangka pendek. Layanan ini juga dinilai tetap relevan meskipun layanan keuangan digital seperti pinjol dan buy now pay later (BNPL) semakin berkembang.
Secara historis, penyaluran pembiayaan pergadaian memang cenderung meningkat selama Ramadan hingga menjelang Lebaran.
Data OJK menunjukkan bahwa pembiayaan pergadaian pada Maret 2024 tumbuh 1,78% secara bulanan atau month to month (mtm), sementara pada Maret 2025 meningkat 1,66% (mtm).
“Hal ini menunjukkan bahwa periode Ramadan hingga menjelang Lebaran menjadi momentum pertumbuhan pembiayaan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan gadai,” jelas Agusman.
Selain pergadaian, OJK juga memproyeksikan penyaluran pembiayaan melalui platform pinjol akan ikut meningkat selama Ramadan. Peningkatan ini didorong oleh naiknya konsumsi rumah tangga serta kebutuhan tambahan modal kerja bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Berdasarkan data historis, penyaluran pembiayaan pinjaman daring pada Maret 2024 tumbuh 8,9% mtm, sedangkan pada Maret 2025 meningkat 3,8% (mtm).
Agusman menjelaskan, meningkatnya aktivitas ekonomi selama Ramadan, mulai dari belanja kebutuhan pokok hingga persiapan hari raya mendorong masyarakat untuk mencari tambahan dana.
Di sisi lain, pelaku UMKM juga membutuhkan pembiayaan untuk menambah stok barang atau meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi permintaan pasar yang meningkat.
Meski demikian, dia menegaskan pentingnya menjaga kualitas pendanaan di industri pinjaman daring agar tetap sehat.
“Kualitas pendanaan atau TWP90 industri pinjaman daring diperkirakan tetap terjaga di bawah 5%. Oleh karena itu, perlu penguatan credit scoring serta proses verifikasi peminjam agar pertumbuhan pembiayaan selama momentum Lebaran tetap sehat dan berkelanjutan,” kata Agusman.
Ia menambahkan, penguatan manajemen risiko dan proses verifikasi debitur menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas industri pembiayaan, terutama di tengah lonjakan permintaan dana selama periode Ramadan dan Lebaran 2026.
Topik:
