Perusahaan Belum Ada yang IPO di Awal 2026, Ini Tanggapan BEI

Jakarta, MI - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan belum ada perusahaan yang melaksanakan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di pasar modal Indonesia hingga Maret 2026.
Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik menilai kondisi tersebut masih wajar, karena tahun ini baru memasuki awal periode perdagangan.
Dia mengatakan BEI tetap berupaya mengejar target sekitar 50 perusahaan baru dapat IPO di bursa pada 2026.
"Kalau target tentu ini masih awal tahun, kami masih bekerja dengan target itu dan kami akan berupaya," ungkap Jeffrey di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Namun demikian, menurut Jeffrey, fokus BEI tidak hanya pada jumlah perusahaan yang melakukan IPO, tetapi juga pada kualitas emiten yang masuk ke pasar modal.
"Kita juga semua sudah sepakat kalau kita akan mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas," jelas dia.
Dia menyatakan, komitmen untuk meningkatkan kualitas emiten juga tercermin dari penyusunan rancangan aturan pencatatan saham baru yang saat ini tengah dibahas bersama Otoritas Jasa Keuangan.
Regulasi tersebut diharapkan dapat memperketat standar bagi perusahaan yang ingin mencatatkan sahamnya di bursa, sehingga perusahaan yang masuk ke pasar modal memiliki fundamental yang lebih kuat dan tata kelola yang baik.
"Spirit dalam draft peraturan pencatatan yang sedang kita diskusikan dengan OJK saat ini adalah meningkatkan kualitas," jelas dia.
8 Perusahaan Ingin IPO
Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menyampaikan, belum ada perusahaan yang resmi mencatatkan saham di bursa hingga 20 Februari 2026, tetapi delapan perusahaan telah masuk pipeline pencatatan saham BEI.
Dari sisi skala aset, tiga perusahaan tergolong beraset menengah (Rp50 miliar-Rp250 miliar), sedangkan lima perusahaan lainnya memiliki aset di atas Rp250 miliar, hal itu menunjukkan bahwa antrean IPO kali ini didominasi perusahaan berskala besar.
Kedelapan calon emiten ini berasal dari berbagai sektor:
- 2 perusahaan di sektor basic materials
- 2 perusahaan di sektor financial
- Sisanya dari sektor consumer cyclicals, consumer non-cyclicals, energy, industrials, serta transportation and logistics
Nyoman menambahkan, pipeline IPO saat ini menunjukkan konsentrasi sektor masih cukup dominan pada bahan baku dan keuangan, meskipun sektor lainnya juga terwakili.
Jumlah perusahaan yang masuk antrean IPO ini meningkat satu perusahaan dibandingkan pipeline yang diumumkan pada 19 Januari 2026, yang saat itu mencatatkan tujuh calon emiten.
Topik:
