IHSG Berpeluang Menguat untuk Uji Resistance di Level 7.400-7.480

Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Selasa (10/3/2026), setelah pada sesi sebelumnya ditutup melemah 3,27% ke level 7.337,3.
Dalam riset Phintraco Sekuritas, IHSG berpotensi kembali menguji area support di kisaran 7.200-7.300. Namun jika mampu bertahan, indeks masih memiliki peluang untuk menguat menuju level resistance 7.400-7.480.
“IHSG diperkirakan berpotensi menguji kembali level 7.200-7.300, jika masih cukup kuat ada peluang menguji resistance di 7.400-7.480,” tulis riset Phintraco Sekuritas.
Tekanan pada pasar saham dipengaruhi kondisi global, terutama setelah penutupan jalur pelayaran Selat Hormuz yang menghambat distribusi minyak dari Timur Tengah. Situasi ini membuat sejumlah produsen minyak di kawasan tersebut mengurangi produksi karena keterbatasan kapasitas penyimpanan, akibat tidak dapat mengirimkan minyak ke pasar.
Dampaknya, harga minyak mentah melonjak di atas USD100 per barel, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi lonjakan inflasi dan perlambatan ekonomi global.
Pada perdagangan sebelumnya, seluruh sektor saham di dalam negeri ditutup di zona merah, dengan penurunan paling dalam terjadi pada sektor barang konsumen primer. Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga mengalami tekanan dan ditutup melemah di sekitar Rp16.935 per dolar AS.
Dari dalam negeri, sentimen datang dari data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang turun menjadi 125,2 pada Februari 2026, dari 127 pada Januari 2026.
Penurunan ini dipicu oleh melemahnya prospek ekonomi, serta turunnya ekspektasi masyarakat terhadap pendapatan dan ketersediaan lapangan kerja dalam enam bulan ke depan.
Namun demikian, sektor konsumsi masih menunjukkan tanda pemulihan. Penjualan sepeda motor domestik tercatat tumbuh 1% secara tahunan (YoY) menjadi 587,3 ribu unit pada Februari 2026, yang merupakan level tertinggi dalam empat bulan terakhir.
Secara kumulatif, penjualan motor pada Januari–Februari 2026 meningkat 2,1% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Data Global Jadi Perhatian Investor
Dari luar negeri, inflasi di China tercatat naik 1,3% YoY pada Februari 2026, meningkat dari 0,2% pada Januari dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 0,8%. Kenaikan tersebut sebagian dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi selama perayaan Tahun Baru Imlek.
Investor juga menantikan data ekspor-impor China untuk periode Januari-Februari 2026 yang dijadwalkan rilis pada Selasa ini.
Selain itu, para menteri keuangan dari negara-negara G7 juga dijadwalkan membahas kemungkinan pelepasan cadangan minyak strategis secara bersama-sama guna meredam lonjakan harga energi.
Langkah pelepasan cadangan minyak darurat sebelumnya pernah dilakukan dalam beberapa peristiwa besar, seperti invasi Rusia ke Ukraina, gangguan pasokan di Libya, badai Katrina, dan Perang Teluk pertama.
Dalam kondisi pasar saat ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang dapat dicermati investor, yakni:
- PT United Tractors Tbk (UNTR)
- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)
- PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)
- PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)
- PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
Investor disarankan tetap mencermati perkembangan sentimen global, terutama pergerakan harga minyak dan data ekonomi utama, yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar dalam jangka pendek.
Topik:
