BREAKINGNEWS

Bahlil Pastikan Stok Aman dan BBM Subsidi Tidak Naik hingga Lebaran 2026

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/3/2026). (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga perayaan Lebaran 2026, meskipun harga minyak dunia saat ini melonjak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan stok energi nasional masih dalam kondisi aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM maupun Liquified Petroleum Gas (LPG).

"Kalau kita melihat harga minyak dunia sekarang sudah melampaui USD100 per barel. Kondisi ini terjadi secara global akibat konflik antara Iran, Israel, dan Amerika. Tapi masalah kita sekarang bukan di stok. Stok aman, semuanya tersedia. Yang menjadi tantangan adalah soal harga," kata dia dalam keterangan resminya, seperti dikutip Selasa (10/3/2026).

Pasokan Energi Dipastikan Aman

Bahlil mengatakan pemerintah saat ini sedang menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi dampak fluktuasi harga energi global. Namun demikian, pemerintah memastikan pasokan BBM tetap terjamin hingga Hari Raya Idulfitri.

"Kami sedang menyiapkan langkah-langkah yang komprehensif. Tapi saya pastikan masyarakat tidak perlu khawatir. Sampai dengan hari raya nanti, pasokan BBM aman dan insyaallah tidak ada kenaikan harga BBM subsidi," tegas Menteri Bahlil.

Lonjakan harga minyak dunia dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Israel menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi global, terutama di jalur distribusi minyak strategis di kawasan tersebut.

Harga minyak mentah dunia dilaporkan telah menembus lebih dari USD100 per barel, dengan minyak jenis Brent dan WTI bergerak di kisaran USD100-USD110 per barel.

Kenaikan harga ini dipicu oleh potensi terganggunya pasokan minyak dari Timur Tengah serta meningkatnya permintaan energi dari sejumlah negara konsumen utama.

Meski tekanan harga energi global meningkat, dia menegaskan akan terus memantau perkembangan pasar energi dunia dan menjaga stabilitas pasokan energi nasional agar tidak membebani masyarakat, khususnya pengguna BBM bersubsidi.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru