Prabowo Batal Ganti Bea Cukai dengan SGS, Menkeu Beberkan Alasannya

Jakarta, MI - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dikabarkan melihat adanya perbaikan kinerja di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai setelah dilakukan pembenahan internal.
Seperti diketahui, Prabowo sempat mempertimbangkan rencana mengalihkan sebagian kewenangan pengawasan kepabeanan kepada perusahaan inspeksi asal Swiss, yaitu Societe Generale de Surveillance (SGS)
Namun, menurut Purbaya, Presiden kini mengubah pandangannya setelah melihat adanya kemajuan dalam pembenahan internal di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Perubahan sikap tersebut terjadi setelah rapat yang digelar di Istana beberapa minggu lalu.
“Dalam rapat terakhir, Presiden menyampaikan bahwa kondisinya sudah berbeda karena ternyata ada perbaikan,” ujar Purbaya menirukan pernyataan Presiden saat ditemui di Jakarta, seperti dikutip Rabu (11/3/2026).
Dia menegaskan, pembenahan di lingkungan kepabeanan dan cukai menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan, meskipun sebelumnya lembaga tersebut sempat mendapat ancaman pembekuan kewenangan dari Presiden.
Menurut Purbaya, apresiasi dari Presiden menjadi motivasi besar bagi jajaran kementerian untuk terus melanjutkan upaya perbaikan dan pembersihan internal.
Penerimaan Pajak Juga Dapat Apresiasi
Selain Bea Cukai, Presiden juga memberikan perhatian positif terhadap kinerja Direktorat Jenderal Pajak dalam mengumpulkan penerimaan negara. Penerimaan pajak pada periode Januari–Februari 2026 dilaporkan tumbuh lebih dari 30% secara tahunan atau year on year (yoy).
Kenaikan tersebut dinilai sebagai hasil dari pengetatan pengawasan serta pembenahan sistem perpajakan yang dilakukan pemerintah.
Presiden menilai jajaran otoritas pajak mampu memberikan respons positif setelah menerima arahan yang tegas dari pemerintah.
Ke depan, Menkeu Purbaya berkomitmen menjaga tren positif penerimaan negara, dengan memastikan stabilitas dan kinerja lembaga pemungut pajak dan cukai tetap terjaga guna mendukung keberlanjutan fiskal nasional.
Topik:
