BREAKINGNEWS

IHSG Melemah ke 7.389, Saham Bahan Baku dan Energi Pimpin Penurunan

Indeks Harga Saham Gabungan
Ilustrasi papan saham di BEI. (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok di zona merah hingga penutupan perdagangan Rabu (11/3/2025).  Berdasarkan data perdagangan, IHSG turun 51,51 poin atau 0,69% ke level 7.389,39, setelah sempat menyentuh level tertinggi harian di 7.527,31.

Pergerakan saham di hari ini didominasi tren negatif. Tercatat, ada sebanyak 366 saham melemah, 312 saham menguat, dan 139 saham stagnan.

Di zona merah, ada enam sektor yang terpuruk, yakni: 

  • Sektor bahan baku turun 2,03%
  • Sektor energi melemah 2,01%
  • Sektor industrial turun 1,34%
  • Sektor infrastruktur terkoreksi 0,96%
  • Sektor barang konsumen nonprimer turun 0,56%
  • Sektor transportasi melemah 0,35%

Sementara itu, lima sektor lainnya masih mampu mencatatkan penguatan, dipimpin sektor teknologi yang naik 0,87%. Disusul sektor kesehatan 0,29%, barang konsumen primer 0,27%, properti 0,17%, serta sektor keuangan yang naik tipis 0,03%.

Hingga penutupan perdagangan hari ini, IHSG telah memperdagangkan 32,09 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 1,85 juta kali. Adapun nilai transaksi yang tercatat sebesar Rp15,4 triliun.

PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) menjadi top losers dengan penurunan tajam -14,57% ke Rp170. Diikuti PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) yang turun -14,48% ke Rp2.540 dan PT Indospring Tbk (INDS) yang melemah -14,38% ke Rp625.

Posisi top gainers ditempati PT Pakuan Tbk (UANG) yang melesat 24,93% ke Rp4.310, PT MDTV Media Technologies Tbk (NETV) yang menguat 24,71% ke Rp106, dan PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) yang naik 24,11% ke Rp875.

Saham terlaris hari ini adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan nilai transaksi Rp692,09 miliar, diikuti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp633,03 miliar, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) senilai Rp624,46 miliar.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

IHSG Melemah ke 7.389, Saham Bahan Baku dan Energi Pimpin Penurunan | Monitor Indonesia