Bahlil Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diminta Tidak Panik Beli

Jakarta, MI - Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Dia menegaskan bahwa pasokan BBM nasional dalam kondisi aman karena produksi dan distribusi terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai standar stok operasional yang ditetapkan pemerintah.
Bahlil menjelaskan bahwa kapasitas tangki penyimpanan BBM di dalam negeri memang terbatas. Saat ini, kapasitas tampung maksimal tangki timbun hanya sekitar 25 hari, sementara stok yang tersedia berada pada kisaran 23 hari.
"Dengan keterbatasan daya tampung tangki timbun kita, kapasitas maksimalnya tidak lebih dari 25 hari. Saat ini stok yang tersedia sekitar 23 hari. Tetapi bukan berarti dalam 23 hari itu stok akan habis. Itu hanya menggambarkan kapasitas tampung yang ada," kata dia dalam keterangannya, seperti dikutip dari laman Kementerian ESDM, Rabu (11/3/2026).
Ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan berarti BBM akan habis dalam 23 hari, melainkan hanya menunjukkan jumlah stok yang tersimpan di tangki pada suatu waktu.
Untuk mempermudah pemahaman, Bahlil mengibaratkan sistem pasokan BBM seperti tangki air di rumah yang akan kembali terisi ketika volumenya berkurang.
“Kalau BBM keluar selama tiga hari, maka produksi dari kilang juga akan masuk lagi untuk mengisi stok. Sama seperti toren air di rumah, ketika dipakai, pompa akan langsung mengisi kembali,” jelasnya.
Menurut Bahlil, stok BBM bersifat dinamis. Setiap hari ada BBM yang didistribusikan ke masyarakat, sementara pasokan baru juga terus masuk dari produksi kilang dalam negeri maupun impor.
Ia juga menegaskan bahwa pasokan BBM Indonesia tidak bergantung pada satu sumber saja. Selain berasal dari kilang domestik, pasokan juga diperkuat melalui impor dari berbagai negara, termasuk dari kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia dan Singapura.
Maka dari itu, pasokan BBM nasional tidak sepenuhnya bergantung pada jalur energi di Selat Hormuz.
Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah juga berencana meningkatkan kapasitas penyimpanan BBM. Sesuai arahan Prabowo Subianto, pemerintah akan membangun infrastruktur penyimpanan baru agar Indonesia memiliki cadangan BBM hingga tiga bulan, sesuai dengan standar ketahanan energi nasional.
Topik:
