Prabowo Minta Danantara Setor Rp800 Triliun ke Negara per Tahun

Jakarta, MI - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peningkatan kinerja Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) agar pengelolaan aset negara semakin optimal dan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional.
Hal tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri acara tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia yang digelar di Wisma Danantara pada Rabu, 11 Maret 2026.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menilai capaian kinerja Danantara pada tahun pertama cukup positif.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa target jangka panjang lembaga tersebut masih sangat besar, sehingga kinerjanya perlu terus ditingkatkan.
"Dalam tahun pertama ini walaupun saya ucapkan terima kasih dan selamat atas prestasi saudara-saudara, saya ingatkan sasaran kita masih cukup jauh," kata Prabowo dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari laman Setkab, Kamis (12/1/2026).
Prabowo menjelaskan bahwa perusahaan yang dikelola secara profesional biasanya mampu menghasilkan return on asset (ROA) minimal 10 persen. Namun untuk tahap awal, ia menilai target realistis bagi Danantara adalah mampu menghasilkan pengembalian aset sekitar 5 persen setiap tahun.
Menurut Prabowo, jika pengembalian aset mencapai 5 persen, maka Danantara berpotensi menyetorkan sekitar 50 miliar dolar AS atau setara Rp800 triliun per tahun kepada negara.
Meski demikian, Presiden mengapresiasi peningkatan kinerja Danantara pada tahun pertama operasionalnya. Berdasarkan laporan yang diterimanya, tingkat pengembalian aset pada 2025 meningkat lebih dari 300 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Saya cukup gembira, return on asset tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya naik lebih dari 300 persen. Ini cukup baik dan membuktikan premis kita mendirikan Danantara," ungkap Prabowo.
Prabowo juga menilai peningkatan tersebut menunjukkan pentingnya konsolidasi pengelolaan perusahaan negara dalam satu manajemen yang terintegrasi. Menurutnya, pengelolaan yang terpusat dapat meningkatkan efisiensi dan kinerja investasi, mengingat jumlah perusahaan negara yang sangat besar.
Ia bahkan mengungkapkan bahwa jumlah entitas usaha milik negara ternyata mencapai lebih dari 1.000 perusahaan, jauh lebih banyak dari perkiraan awal yang hanya sekitar 250 perusahaan.
Lebih lanjut, Prabowo menilai keberadaan Danantara merupakan langkah strategis bagi Indonesia dalam mengelola kekayaan negara, karena lembaga ini dapat disejajarkan dengan sovereign wealth fund yang dimiliki negara-negara besar di dunia.
“Kita bersyukur sekarang Indonesia punya sovereign wealth fund yang mungkin termasuk ke-6 atau ke-7 terbesar di dunia,” ujar Prabowo.
Ke depan, Danantara diharapkan tidak hanya berperan sebagai pengelola aset negara, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang mampu mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Topik:
