BREAKINGNEWS

Kinerja GOTO 2025: Masih Tanggung Rugi Rp1,18 Triliun

GOTO
Logo PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat perbaikan signifikan pada kinerja keuangannya sepanjang 2025. Perseroan berhasil menekan kerugian bersih hingga 77%, seiring dengan pertumbuhan pendapatan dan penguatan disiplin biaya di seluruh lini bisnis.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, GOTO membukukan pendapatan bersih sebesar Rp18,32 triliun, meningkat 15,27% secara tahunan dibandingkan Rp15,89 triliun pada tahun sebelumnya.

Kontributor utama pendapatan berasal dari beberapa lini usaha, antara lain imbalan jasa Rp5,68 triliun, jasa pengiriman Rp5,77 triliun, pendapatan pinjaman Rp3,78 triliun, imbalan iklan Rp533,26 miliar, serta pendapatan lainnya Rp1,71 triliun.

Perseroan juga mencatat imbalan jasa e-commerce dari Tokopedia yang kini berada di bawah naungan TikTok sebesar Rp819,72 miliar, tumbuh 31,82% secara tahunan.

Sementara itu, total biaya dan beban usaha tercatat Rp17,70 triliun, hanya naik tipis 3,12% dibandingkan tahun 2024. Efisiensi ini membuat rugi usaha turun tajam menjadi Rp378,25 miliar, menyusut 83,12% dari Rp2,24 triliun pada tahun sebelumnya.

Dengan perbaikan tersebut, rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk berhasil ditekan menjadi Rp1,18 triliun, jauh lebih rendah dibandingkan Rp5,15 triliun pada 2024.

Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo menyampaikan perbaikan kinerja ini mencerminkan keberhasilan proses transformasi yang dilakukan perusahaan.

“Kami membukukan kinerja kuat sepanjang 2025, dengan GTV inti tumbuh 49% dan EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp2 triliun, melampaui target yang telah ditetapkan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (11/3/2026).

Untuk tahun 2026, GoTo menargetkan EBITDA yang disesuaikan berada di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.

Hans menambahkan, pertumbuhan kinerja diperkirakan akan terus berlanjut terutama di lini fintech dan on-demand services (ODS). Perseroan juga memproyeksikan percepatan pertumbuhan pendapatan ODS pada paruh kedua 2026.

Direktur Keuangan Grup GoTo, Simon Ho menilai peningkatan profitabilitas menjadi bukti efektivitas strategi bisnis yang dijalankan perusahaan.

“Kami kembali mencetak rekor EBITDA Grup yang disesuaikan, didorong oleh pertumbuhan pendapatan, disiplin biaya, serta operating leverage yang positif. Arus kas bebas yang disesuaikan juga kembali positif, menandai penguatan fundamental bisnis dan efektivitas alokasi modal,” jelasnya.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru