Alamtri Resources Indonesia (ADRO) Siapkan Rp4 Triliun untuk Buyback Saham

Jakarta, MI - PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp4 triliun. Program ini akan dijalankan selama 12 bulan, mulai 20 April 2026, setelah mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 17 April 2026.
Mengutip keterbukaan informasi perseroan di BEI, Rabu (12/3/2026), program buyback tersebut akan berakhir apabila dana yang dialokasikan telah habis, jumlah saham yang ditargetkan telah terpenuhi, atau perseroan memutuskan untuk menghentikan program lebih awal. Jika buyback saham dihentikan sebelum waktunya, perusahaan akan menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik.
Manajemen ADRO menyebut rencana buyback saham ini dilakukan untuk memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam memanfaatkan kondisi pasar.
"Pelaksanaannya dapat dilakukan sewaktu-waktu setelah mendapat persetujuan RUPS, dengan batas waktu maksimal 12 bulan," tulis manajemen ADRO.
Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham sehingga harga saham di pasar dapat lebih mencerminkan nilai fundamental perusahaan.
Perseroan menilai program buyback juga berpotensi memberikan imbal hasil yang positif bagi pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor, sehingga harga saham dapat mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang sebenarnya.
Manajemen ADRO juga menegaskan bahwa pelaksanaan buyback saham tidak akan berdampak negatif terhadap kinerja maupun pendapatan perseroan. Hal ini karena saldo laba dan arus kas perusahaan dinilai cukup kuat untuk mendanai program tersebut.
Dana untuk buyback saham akan berasal dari kas internal perusahaan, sehingga penggunaannya dipastikan tidak akan memengaruhi kemampuan keuangan secara signifikan.
"Adapun saham hasil buyback nantinya akan dikelola sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam POJK 29/2023 mengenai pembelian kembali saham oleh emiten atau perusahaan publik," tutup manajemen ADRO.
Topik:
