BREAKINGNEWS

Kebutuhan BBM Naik 12% Saat Periode Mudik dan Libur Lebaran 2026

Soal BBM Subsidi, Pertamina Blokir Ratusan Ribu Mobil
Jalur bbm subsidi di SPBU Pertamina. (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Pemerintah memastikan kesiapan pasokan energi selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026 melalui Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). 

Ketua Posko Nasional Sektor ESDM periode Ramadan dan Idulfitri 2026, Erika Retnowati menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga agar pelaksanaan posko berjalan lancar dan mampu memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat.

Erika mengatakan koordinasi tidak hanya dilakukan di internal tim Posko, tetapi juga dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya, terutama untuk mendukung kelancaran arus mudik.

“Dalam pelaksanaan Posko Nasional Sektor ESDM ini, sangat penting bagi kita untuk bersinergi agar seluruh kegiatan berjalan lancar. Sinergi ini tidak hanya di antara anggota Posko, tetapi juga dengan berbagai stakeholder, seperti Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia, terutama terkait informasi rute yang mengalami pembatasan maupun titik-titik kemacetan selama arus mudik,” ujar Erika dalam keterangan resminya, seperti diberitakan Jumat (13/3/2026).

Dia menyebut, selama periode Posko Ramadan dan Idulfitri, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Pertamina menyiagakan berbagai infrastruktur energi untuk menjaga kelancaran distribusi bahan bakar. 

"Fasilitas yang disiagakan meliputi 125 terminal BBM, 7.885 SPBU, dan 72 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), serta fasilitas tambahan di wilayah dengan permintaan tinggi," jelas dia.

Secara umum, ketahanan stok BBM nasional berada pada kisaran 17 hingga 23 hari, dengan rata-rata sekitar 21 hari untuk berbagai jenis bahan bakar seperti gasoline, gasoil, kerosene, dan avtur.

Dari sisi kebutuhan, terdapat perubahan pola konsumsi selama periode mudik dan libur Lebaran. Permintaan gasoline diproyeksikan meningkat sekitar 12 persen dibandingkan kondisi normal, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat. Sebaliknya, konsumsi gasoil diperkirakan turun sekitar 14,5 persen.

Sementara itu, kebutuhan avtur diperkirakan naik sekitar 2,8 persen seiring meningkatnya aktivitas penerbangan, dan kerosene diproyeksikan meningkat sekitar 4,2 persen dibandingkan rata-rata konsumsi normal.

Untuk pasokan LPG, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi bersama Pertamina juga menyiagakan 40 terminal LPG, 757 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), dan 6.662 agen LPG di seluruh Indonesia.

"Ketahanan stok LPG nasional diperkirakan berada pada kisaran 12 hingga 15 hari. Pemerintah memastikan kondisi stok tetap stabil selama Ramadan dan Idulfitri 2026 dengan dukungan agen serta pangkalan LPG yang siaga 24 jam, terutama di wilayah dengan permintaan tinggi," tegas Erika.

Melalui Posko Nasional Sektor ESDM, dia berharap pengawasan distribusi energi dapat berjalan optimal sehingga masyarakat dapat menjalankan mudik dan merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

Kebutuhan BBM Naik 12% Saat Periode Mudik dan Libur Lebaran 2026 | Monitor Indonesia