Saham Naik Tajam, Emiten ITMG Buka Suara

Jakarta, MI - Pergerakan saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang cukup fluktuatif dalam beberapa waktu terakhir mendapat perhatian dari otoritas PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Perusahaan ITMG, Monika Ida Krisnamurti menegaskan bahwa tidak terdapat informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai saham perusahaan maupun keputusan investasi para pemodal.
Perseroan juga tidak mengetahui adanya aktivitas tertentu dari pemegang saham yang dapat memicu pergerakan harga saham di pasar.
"Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal," kata dia dalam keterangan resminya, Jumat (13/3/2026).
Belum Ada Rencana Aksi Korporasi Baru
Monika juga menjelaskan bahwa dalam tiga bulan ke depan perusahaan belum memiliki rencana untuk melakukan aksi korporasi baru.
Saat ini, perseroan masih fokus menjalankan program pembelian kembali saham (buyback) yang telah diumumkan kepada publik pada 18 September 2025 dan disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 3 November 2025.
Program buyback tersebut telah dimulai sejak 4 November 2025 dan dijadwalkan berlangsung selama 12 bulan, hingga 4 November 2026. Perusahaan menyiapkan dana maksimal Rp2,49 triliun untuk program tersebut yang berasal dari kas internal.
Di pasar, saham ITMG pada perdagangan Jumat siang tercatat turun 100 poin ke level Rp27.625 per saham.
Meski mengalami penurunan dalam perdagangan harian, kinerja saham emiten batu bara ini masih menunjukkan tren positif. Dalam satu bulan terakhir, saham ITMG tercatat naik sekitar 24,44%, sementara secara year to date telah menguat 26,29%.
Topik:
