Harga Minyak Melonjak, Prabowo Singgung Opsi Hemat BBM hingga Pangkas Gaji Pejabat

Jakarta, MI - Presiden Prabowo Subianto memaparkan berbagai langkah yang ditempuh sejumlah negara dalam menghadapi lonjakan harga minyak dunia akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), bahkan hingga pemangkasan gaji pejabat negara.
Lonjakan harga minyak dipicu oleh eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Situasi tersebut membuat harga minyak mentah dunia melesat hingga menembus angka USD100 per barel.
Kondisi pasar energi global semakin tertekan setelah Iran menutup selat Hormuz kecuali beberapa negara seperti China dan Rusia.
Prabowo menilai gejolak harga minyak dapat berdampak luas terhadap ekonomi domestik, termasuk harga pangan. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah proaktif untuk menekan konsumsi energi, salah satunya melalui kebijakan efisiensi penggunaan BBM oleh instansi pemerintah.
“Tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita,” ujarnya.
Prabowo menyebut sejumlah negara telah lebih dulu menerapkan kebijakan penghematan energi. Salah satunya dilakukan oleh Thailand dan Vietnam yang mendorong sebagian pegawai bekerja dari rumah atau work from home (WFH) guna menekan mobilitas dan penggunaan bahan bakar.
Sementara itu, Filipina menerapkan sistem kerja empat hari dalam sepekan di sejumlah kantor pemerintah, sekaligus membatasi perjalanan dinas serta berbagai aktivitas pemerintahan guna menekan penggunaan energi.
Presiden juga menyoroti kebijakan yang diterapkan Pakistan sebagai contoh langkah yang cukup tegas. Dalam paparannya di hadapan jajaran kabinet, ia menampilkan slide berisi sejumlah langkah yang disebut sebagai “critical measures” oleh pemerintah Pakistan.
Pakistan menerapkan kebijakan penghematan energi yang cukup ketat, bahkan mirip seperti saat pandemi COVID-19, di mana kantor pemerintah dan swasta memberlakukan WFH bagi sekitar 50 persen pegawainya. Selain itu, jam kerja dipersingkat menjadi empat hari dalam seminggu.
“Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR, dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah,” jelas Prabowo.
Selain itu, pemerintah Pakistan juga mengurangi jatah BBM bagi seluruh kementerian. Tidak hanya itu, sekitar 60 persen kendaraan dinas diwajibkan tidak digunakan setiap hari.
Langkah efisiensi lainnya adalah penghentian sementara berbagai belanja negara seperti pembelian pendingin ruangan (AC), kendaraan, dan mebel di lembaga pemerintahan.
“Kemudian mereka menghentikan semua belanja AC, belanja kendaraan, belanja mebel, dari semua lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan,” imbuhnya.
Upaya penghematan juga dilakukan melalui pengurangan kunjungan kerja, pembatasan penggunaan anggaran negara untuk kegiatan seremonial, serta penerapan pembelajaran daring di perguruan tinggi.
Prabowo menegaskan bahwa berbagai kebijakan yang diterapkan sejumlah negara tersebut masih sebatas contoh yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pemerintah Indonesia sebelum menentukan langkah yang tepat untuk diterapkan di dalam negeri.
“Saya kira kita harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan, saya percaya 2-3 tahun kita akan sangat kuat tapi kita harus hemat konsumsi (BBM). Dengan demikian kita berharap kita akan selalu menjaga bahwa defisit kita tidak tambah. Bahkan cita-cita saya kalau bisa kita tidak punya defisit,” tutur Prabowo.
Topik:
