BREAKINGNEWS

Bahlil: Ini Rincian Cadangan BBM Nasional Jelang Perayaan Lebaran 2026

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia saat Sidang Kabinet Paripurna bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026) (Foto: Dok Setpres)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia saat Sidang Kabinet Paripurna bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026) (Foto: Dok Setpres)

Jakarta, MI - Pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dalam kondisi aman menjelang Idulfitri 2026.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyampaikan hal tersebut kepada Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Bahlil melaporkan bahwa cadangan BBM nasional saat ini berada di atas batas minimal yang ditetapkan pemerintah. Untuk Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) RON 90, cadangan mencapai 24,39 hari. Sementara RON 92 memiliki cadangan 28 hari dan RON 98 mencapai 31 hari.

Adapun solar subsidi memiliki cadangan sekitar 16,41 hari, sedangkan solar CN 53 mencapai 46 hari dan avtur untuk penerbangan sekitar 38 hari.

"Jadi saya pikir untuk urusan bensin, insya Allah clear, Pak. Cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG insya Allah aman,” ujar Bahlil dalam keterangan resminya, Sabtu (14/3/2026).

Pasokan LPG Diantisipasi dari Berbagai Negara

Selain BBM, pemerintah juga memastikan pasokan LPG tetap terjaga meskipun rantai pasok global tengah mengalami dinamika.

Saat ini, total impor LPG Indonesia mencapai sekitar 7,6 juta ton, dengan 70–72% berasal dari Amerika Serikat, sekitar 20% dari kawasan Timur Tengah, dan sisanya dari beberapa negara lain.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah, termasuk membuka peluang kontrak jangka panjang dengan Amerika Serikat serta negara lain seperti Australia.

“Dengan kondisi sekarang, pasokan dari Middle East kita pecah lagi. Kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika dan beberapa negara lain. Akhir minggu ini juga akan masuk dua kargo dari Australia untuk LPG,” jelas Bahlil.

Untuk pasokan solar, Bahlil memastikan tidak ada gangguan karena kebutuhan tersebut sepenuhnya dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Hal ini didukung oleh beroperasinya proyek pengembangan kilang Refinery Development Master Plan Balikpapan yang diresmikan pada Januari 2026. 

Proyek tersebut mampu meningkatkan kapasitas produksi BBM nasional sekaligus mengurangi impor bensin hingga 5,5 juta ton dan solar sekitar 3,5 juta ton.

Meski demikian, sebagian kebutuhan bensin nasional masih diimpor dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Ke depan, pemerintah akan terus mendorong pembangunan kilang baru agar Indonesia dapat memproduksi lebih banyak BBM di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor.

“Kita harus mengembangkan refinery atau kilang kita agar produksi BBM bisa dilakukan di dalam negeri. Ke depan, idealnya kita hanya mengimpor crude oil saja,” pungkas Bahlil.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

Bahlil: Ini Rincian Cadangan BBM Nasional Jelang Perayaan Lebaran 2026 | Monitor Indonesia