Menkeu Bantah Isu Resesi, Sebut Ekonomi Indonesia Justru Sedang Melaju Kuat

Jakarta, MI - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan isu resesi yang belakangan ini ramai dilontarkan sejumlah ekonom tidak mencerminkan kondisi Indonesia yang sebenarnya.
Menurut dia, perekonomian Indonesia saat ini justru memperlihatkan tanda-tanda percepatan pertumbuhan, bukan mengarah ke pelemahan.
Purbaya menyampaikan optimisme terhadap ketahanan ekonomi nasional, meskipun dunia saat ini tengah menghadapi ketidakpastian dan gejolak ekonomi global.
Purbaya menjelaskan, berbagai indikator ekonomi menunjukkan kondisi yang solid, baik dari sisi produksi maupun konsumsi. Fondasi ekonomi nasional dinilai masih sehat dan terus menguat.
"Salah satu indikator yang menjadi sorotan adalah Purchasing Managers Index (PMI) sektor manufaktur yang pada Februari mencapai 53,8. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus menandakan ekspansi di sektor industri," kata dia dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari laman Setpres RI, Senin (16/3/2026).
Lanjut dia menyatakan, capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor manufaktur sedang mengalami perbaikan yang cukup signifikan.
Dari sisi stabilitas harga, Menkeu juga memastikan bahwa tekanan inflasi masih berada dalam batas aman. Ia menjelaskan bahwa angka inflasi yang terlihat tinggi secara nominal dipengaruhi faktor teknis terkait subsidi listrik pada periode sebelumnya.
Jika faktor tersebut dikeluarkan dari perhitungan, tingkat inflasi Indonesia diperkirakan hanya sekitar 2,59 persen, sehingga masih memberikan ruang bagi ekonomi untuk tumbuh lebih cepat.
Optimisme terhadap ekonomi nasional juga terlihat dari meningkatnya kepercayaan konsumen dan berbagai indikator aktivitas ekonomi lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat mulai membaik.
Menurut Purbaya, baik dari sisi permintaan (demand) maupun produksi (supply), kondisi ekonomi Indonesia hingga Februari masih berada dalam kondisi sehat.
Tetap Waspada Terhadap Dinamika Global
Meski demikian, dia tetap mencermati dinamika ekonomi global yang dapat menimbulkan volatilitas di berbagai negara. Untuk menjaga momentum pertumbuhan, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter terus diperkuat.
Dengan fondasi ekonomi yang dinilai kuat serta dukungan kebijakan yang terkoordinasi, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia mampu menghadapi tantangan global sekaligus menjaga stabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan.
Topik:
