Summarecon Bukukan Laba Rp766,5 Miliar di 2025, Anjlok 44% dari Tahun Sebelumnya

Jakarta, MI - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) meraup laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp766,55 miliar pada 2025, turun 44,18% dibandingkan laba Rp1,37 triliun pada tahun 2024.
Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Senin (16/3/2026), sejalan dengan penurunan laba tersebut, laba per saham dasar perseroan juga ikut menurun menjadi Rp46,43 per saham, dari sebelumnya Rp83,19 per saham pada akhir 2024.
Sepanjang 2025, SMRA membukukan pendapatan neto sebesar Rp8,76 triliun, turun 17,47% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp10,62 triliun.
Segmen pengembangan properti masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan perusahaan dengan nilai Rp5,5 triliun, meskipun turun dari Rp7,5 triliun pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, beberapa segmen lain menunjukkan kinerja yang lebih stabil, bahkan meningkat, di antaranya:
- Properti investasi: Rp2,27 triliun, naik dari Rp2,15 triliun
- Rekreasi dan perhotelan: Rp510,48 miliar, sedikit turun dari Rp518,26 miliar
- Segmen lain-lain: Rp470,64 miliar, naik dari Rp449,04 miliar
Dari sisi biaya, beban pokok penjualan dan beban langsung tercatat Rp4,36 triliun, turun dibandingkan Rp5,16 triliun pada 2024.
Meski demikian, laba kotor tetap mengalami penurunan menjadi Rp4,39 triliun, dari sebelumnya Rp5,46 triliun. Penurunan juga terjadi pada laba usaha yang tercatat Rp2,58 triliun, dibandingkan Rp3,73 triliun pada tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, kondisi keuangan perseroan masih menunjukkan ekspansi. Hingga 31 Desember 2025, total aset PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) tercatat Rp38,34 triliun, meningkat dibandingkan Rp33,53 triliun pada akhir 2024.
Seiring dengan itu, total ekuitas perseroan tercatat Rp16 triliun, sementara liabilitas mencapai Rp22,33 triliun.
Topik:
