BREAKINGNEWS

Hasil Stress Test BI: Perbankan Nasional Tangguh di Tengah Gejolak Global

Bank Indonesia
Gedung Bank Indonesia. (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Bank Indonesia (BI) menilai ketahanan sektor perbankan Indonesia tetap kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah. 

"Kondisi ini membuat perbankan diperkirakan mampu memitigasi berbagai risiko yang berpotensi mengganggu stabilitas keuangan," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam keterangan resminya, Rabu (18/3/2026).

Kekuatan tersebut tercermin dari likuiditas yang memadai, permodalan yang solid, serta risiko kredit yang tetap terkendali. 

Per Januari 2026, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat tinggi di level 25,87%, menunjukkan kemampuan perbankan yang kuat dalam menyerap risiko sekaligus mendukung penyaluran kredit.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) juga tetap rendah. Secara agregat, NPL tercatat sebesar 2,14% (bruto) dan 0,82% (neto), mencerminkan kondisi kredit yang masih sehat.

Dia menyebut, berdasarkan hasil stress test BI, sistem perbankan nasional tetap mampu bertahan menghadapi berbagai tekanan, termasuk dampak rambatan gejolak global. 

"Ketahanan ini didukung oleh kemampuan bayar dan kinerja profitabilitas sektor korporasi yang masih terjaga," tegas Perry.

Ke depan, BI akan terus memperkuat kebijakan makroprudensial serta meningkatkan sinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Hal itu guna mengantisipasi dampak ketidakpastian global terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru