Purbaya Bakal Batasi Permintaan Tambahan Anggaran K/L Demi Efisiensi APBN

Jakarta, MI - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bakal memperketat permintaan tambahan anggaran dari kementerian dan lembaga (K/L) sebagai bagian dari upaya efisiensi APBN 2026. Meski begitu, langkah ini tidak termasuk dalam pemotongan anggaran belanja pemerintah sekitar 10 persen, seperti yang telah diungkapkannya sebelumnya di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Menurut Purbaya, usulan tambahan anggaran yang nilainya bisa mencapai puluhan triliun rupiah akan dibatasi.
"Kemeterian ngajuin terus berapa puluh triliun, itu kami batasin. Kami potong, kalau yang lain kami akan sesuaikan," katanya usai salat Idulfitri, di Kantor Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu), Jakarta Selatan, Sabtu (21/3/2026).
Ia menegaskan, kebijakan tersebut tidak akan menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. Justru di tengah situasi global yang masih bergejolak karena perang Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran, pemerintah akan memastikan ekonomi Indonesia terjaga dengan baik.
"Tapi nggak akan sampai mengganggu ekonomi, terus kami pastikan sistem perekonomian terjaga baik, Itu saya monitor mungkin harian di tempat kami, ya," ujarnya.
Sebelumnya, Purbaya menegaskan pemerintah akan tetap menjaga defisit APBN 2026 di bawah bawah batas yang telah ditetapkan undang-undang keuangan negara, maksimal 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Meskipun kini dunia tengah dihadapkan pada perang antara AS-Israel dan Iran yang memicu lonjakan harga minyak dunia.
"Aman itu, saya enggak akan tembus 3 persen dari PDB. Yakin," ucapnya, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Jumat (20/3/2026).
Dengan keyakinan itu, pemerintah sejauh ini belum mempertimbangkan pemotongan gaji pejabat negara. Pembatasan perjalanan dinas juga belum diputuskan, meski opsi tersebut sempat dibahas dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto.
"Nah, itu belum diputuskan seluruhnya. (Opsi pembatasan perjalanan dinas pejabat) sudah di meeting yang sebelumnya," ungkap Purbaya.
Dalam rapat yang digelar bersama sejumlah menteri, Purbaya menyampaikan langsung kondisi terkini anggaran negara kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai, dengan defisit yang masih terjaga, APBN tetap cukup kuat untuk menghadapi gejolak global, termasuk dampak konflik di Iran.
Purbaya bahkan menyebut, tidak masalah jika Prabowo menghendaki efisiensi belanja negara hingga 10 persen.
"Saya bilang (anggaran) aman dengan beberapa action. Jadi, 10 persen pangkas enggak ada masalah. Tapi nanti akan diumumkan dalam waktu yang enggak terlalu lama langkah-langkah apa yang pasti akan diambil pengelolaan anggaran ke depan," tuturnya.
Topik:
