Dirut dan Komut Astra Otoparts Ajukan Pengunduran Diri, Ada Apa?

Jakarta, MI - PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mengumumkan pengunduran diri dua pimpinan utamanya, yakni Direktur Utama Hamdani Dzulkarnaen Salim dan Komisaris Utama Gidion Hasan.
Astra Otoparts merupakan bagian dari usaha milik PT Astra International Tbk (ASII). Perusahaan ini bergerak di bidang komponen otomotif dan menjadi bagian penting dalam rantai industri otomotif nasional.
Corporate Secretary AUTO, Sophie Handili mengatakan, surat pengunduran diri keduanya telah diterima sejak 18 Maret 2026.
Menurut dia, sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan melalui POJK Nomor 33/POJK.04/2014, keputusan atas pengunduran diri tersebut akan ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terdekat.
"Pengunduran diri Presiden Direktur dan Presiden Komisaris akan diputuskan dalam RUPS terdekat,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Sophie menegaskan, sampai saat ini pun rencana pengunduran diri tersebut tidak berdampak material terhadap operasional, kondisi hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.
Kinerja Keuangan Astra Otoparts di 2025
Sepanjang 2025, Astra Otoparts mencatat kinerja positif dengan laba bersih tumbuh 8,43% menjadi Rp2,2 triliun, naik dari Rp2,03 triliun pada 2024.
Peningkatan ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan bersih yang naik 4,37% secara tahunan (YoY) menjadi Rp19,90 triliun dari Rp19,07 triliun.
Perseroan menyebutkan bahwa kontribusi terbesar pendapatan berasal dari segmen manufaktur komponen otomotif sebesar Rp11,76 triliun, disusul segmen perdagangan sebesar Rp9,78 triliun. Setelah dikurangi eliminasi sebesar Rp1,64 triliun, total pendapatan tercatat sesuai laporan konsolidasi.
Dari sisi biaya, beban pokok penjualan meningkat lebih terkendali, yakni 3,33% menjadi Rp16,54 triliun. Hal ini mendorong laba kotor tumbuh lebih tinggi sebesar 9,80% menjadi Rp3,36 triliun, dibandingkan Rp3,06 triliun pada tahun sebelumnya.
Sejalan dengan kenaikan laba bersih, laba per saham (EPS) juga meningkat menjadi Rp457 per saham dari sebelumnya Rp422.
Di sisi neraca, posisi kas dan setara kas AUTO melonjak 25,38% menjadi Rp4,53 triliun pada akhir 2025.
Total aset juga tumbuh 7,54% menjadi Rp22,61 triliun, didukung oleh peningkatan ekuitas sebesar 8,83% menjadi Rp16,96 triliun. Sementara itu, liabilitas tetap terkendali dengan kenaikan tipis 3,84% menjadi Rp5,65 triliun.
Topik:
