BREAKINGNEWS

Bahlil Ungkap 70 Persen LPG RI Masih Impor, Warga Diminta Hemat Energi

Bahlil Ungkap 70 Persen LPG RI Masih Impor, Warga Diminta Hemat Energi
70 Persen LPG RI Masih Impor (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Indonesia masih sangat bergantung pada impor Liquefied Petroleum Gas (LPG). Saat ini sekitar 70 persen kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi dari luar negeri.

Di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu, Bahlil mengajak masyarakat ikut berperan menjaga ketahanan energi dengan menggunakan energi secara bijak dan tidak boros.

"Contoh katakanlah kalau masak pakai LPG, kalau sudah masak, sudah. Jangan boros. Ini kita betul-betul minta bantuan rakyat dalam memakai energi yang bijaksana," ujar Bahlil saat melakukan peninjauan di Solo, Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, pemerintah hingga kini terus berupaya menjaga stabilitas pasokan energi nasional, meski menghadapi berbagai tekanan global. Salah satunya berasal dari konflik geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi dunia.

Selain mengamankan suplai dari berbagai negara, pemerintah juga mengoptimalkan sumber energi domestik guna mengurangi ketergantungan impor.

Meski demikian, Bahlil menegaskan bahwa langkah pemerintah tersebut tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Ia mengimbau agar penggunaan energi, terutama LPG rumah tangga, dilakukan secara efisien dan tidak berlebihan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian dalam jumlah besar atau panic buying, karena hal itu justru dapat mengganggu distribusi energi di lapangan. 

Bahlil menambahkan, hingga saat ini, tidak ada antrean signifikan di SPBU maupun distribusi LPG selama periode Lebaran.

"Dalam kondisi krisis sekalipun, arahan Bapak Presiden jelas, bagaimana agar rakyat tidak terbebani. Subsidi tetap kita jaga," pungkasnya.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru

Bahlil Ungkap 70 Persen LPG RI Masih Impor | Monitor Indonesia