Perusahaan Erick Thohir, Mahaka Radio Alami Rugi Rp36,1 Miliar di 2025

Jakarta, MI - Perusahaan milik Erick Thohir, PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) mengalami kinerja bisnis yang tertekan di sepanjang 2025.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Minggu (29/3/2026), MARI mencatat rugi bersih sebesar Rp36,10 miliar, membengkak 83,99% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp19,62 miliar. Seiring itu, rugi per saham juga meningkat menjadi Rp6,87 dari sebelumnya Rp3,74.
Tekanan kinerja terutama berasal dari penurunan pendapatan. Sepanjang 2025, pendapatan bersih tercatat Rp70,32 miliar, turun 28% dari Rp97,68 miliar pada tahun sebelumnya.
Dari sisi operasional, beban program dan siaran turun menjadi Rp36,17 miliar, sementara beban umum dan administrasi juga berhasil ditekan menjadi Rp87,3 miliar.
Namun, beberapa pos beban lain justru meningkat, seperti penyisihan penurunan nilai piutang yang naik menjadi Rp3,47 miliar dan beban imbalan pasca-kerja yang meningkat menjadi Rp2,73 miliar.
Selain itu, MARI juga mencatat rugi dari selisih kurs sebesar Rp1,69 miliar, berbalik dari laba pada tahun sebelumnya. Bagian rugi dari entitas asosiasi juga mencapai Rp10,72 miliar, padahal tahun sebelumnya masih mencatat laba.
Di sisi lain, pendapatan keuangan naik cukup signifikan menjadi Rp1,73 miliar. Namun, hal ini belum mampu menahan tekanan kinerja secara keseluruhan. Rugi sebelum pajak tercatat Rp74,56 miliar, sementara rugi periode berjalan mencapai Rp77,17 miliar, keduanya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, kondisi perusahaan juga menunjukkan tekanan. Total aset turun menjadi Rp324,18 miliar dari Rp401,94 miliar.
Sedangkan liabilitas meningkat menjadi Rp428,81 miliar. Defisit modal melonjak tajam menjadi Rp104,62 miliar, dari sebelumnya Rp14,76 miliar.
Topik:
