Emiten Milik Tahir Ini Alami Rugi Rp61,96 Miliar di 2025
.webp)
Jakarta, MI - Kinerja keuangan PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) mengalami tekanan yang cukup dalam di sepanjang 2025.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Minggu (29/3/2026), emiten milik Dato Sri Tahir ini mengalami rugi bersih sebesar Rp61,96 miliar, meningkat 59,22% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp38,91 miliar.
Seiring dengan pukulan rugi tersebut, membuat rugi per saham juga melebar menjadi Rp0,00623 dari sebelumnya Rp0,00391.
Tekanan ini sejalan dengan turunnya pendapatan secara signifikan. Sepanjang 2025, MPRO hanya membukukan pendapatan Rp3,55 miliar, merosot lebih dari 50% dibandingkan Rp7,57 miliar pada 2024.
Pendapatan tersebut terutama berasal dari segmen apartemen sebesar Rp2,15 miliar, diikuti service charge Rp1,29 miliar, serta utilitas Rp102,55 juta.
Dari sisi operasional, perusahaan memang berhasil menekan beban pokok penjualan menjadi Rp2,68 miliar dari Rp5,51 miliar. Namun, hal itu belum cukup menahan penurunan laba kotor yang turun menjadi Rp864,51 juta dari sebelumnya Rp2,05 miliar.
Tekanan semakin besar karena lonjakan beban operasional. Beban umum dan administrasi naik tajam menjadi Rp42,58 miliar dari Rp22,64 miliar, sedangkan beban penjualan juga meningkat menjadi Rp672,23 juta dari Rp445,09 juta.
Di sisi lain, pendapatan lain-lain justru menurun menjadi Rp158,9 juta dari Rp318,97 juta. Meski begitu, perusahaan berhasil menekan beban lain-lain menjadi Rp231,2 juta dari Rp1,12 miliar.
Kondisi ini membuat rugi usaha MPRO melebar menjadi Rp42,56 miliar, hampir dua kali lipat dibandingkan Rp22,13 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara itu, beban pajak tercatat lebih rendah di Rp98,66 juta dari Rp293,9 juta.
Dari sisi neraca, total aset perusahaan sedikit turun menjadi Rp1,67 triliun dari Rp1,69 triliun. Dengan porsi liabilitas dan ekuitas masing-masing menjadi Rp489,74 miliar dan Rp1,18 triliun.
Topik:
