IHSG Dibayangi Tekanan Global, Berpotensi Uji Level 6.800-7.000 Pekan Ini

Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada di bawah tekanan pada pekan ini dan berpotensi menguji kisaran level 6.800 hingga 7.000.
Dalam risetnya, Phintraco Sekuritas menyebutkan IHSG akan bergerak di rentang resistance 7.200, pivot 7.000, dan support 6.800.
Tekanan datang dari sentimen global, terutama pelemahan indeks saham di Wall Street yang telah mengalami koreksi selama lima pekan berturut-turut.
Salah satu pemicunya adalah kenaikan harga minyak mentah di tengah ketidakpastian geopolitik, khususnya terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Indeks Nasdaq Composite bahkan sudah masuk fase koreksi, yakni turun lebih dari 10% dari level tertingginya. Sementara itu, harga minyak Brent naik 4,22% ke level USD112 per barel dan minyak WTI menguat 5,46% ke USD99 per barel menjadi level tertinggi sejak Juli 2022.
Kenaikan harga minyak ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap kelanjutan konflik. Donald Trump dilaporkan memperpanjang tenggat aksi militer terhadap Iran hingga 6 April 2026, disertai rencana penambahan pasukan AS.
Di sisi lain, eskalasi konflik juga meningkat akibat serangan kelompok Houthi dari Yaman ke Israel.
Menurut Phintraco, jika konflik berlangsung lebih lama, dampaknya tidak hanya pada kenaikan harga energi, tetapi juga berpotensi mengganggu pasokan minyak global. Kondisi ini bahkan sudah memicu krisis BBM di beberapa negara, khususnya di Asia.
“Jika berlarut dan meluas, kondisi ini bisa menekan pertumbuhan ekonomi global dan memicu risiko stagflasi,” tulis Phintraco.
Dari dalam negeri, pelaku pasar juga menanti sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis pada 1 April 2026, seperti PMI manufaktur S&P Global, neraca perdagangan, dan inflasi.
Selain itu, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) juga akan melakukan revisi aturan papan pemantauan khusus pada kuartal II-2026.
Menjelang libur panjang dan meningkatnya ketidakpastian global, investor diperkirakan akan cenderung berhati-hati. Jika tidak ada sentimen positif baru, IHSG berpotensi kembali bergerak di area bawah kisaran 6.800-7.000.
Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati antara lain MEDC, ENRG, PTRO, ANTM, dan CUAN.
Topik:
