BREAKINGNEWS

Prabowo Ingin Indonesia Punya 100 GW Energi Surya dalam 3 Tahun

Prabowo Ingin Indonesia Punya 100 GW Energi Surya dalam 3 Tahun
Presiden Prabowo Subianto dalam Forum Bisnis Indonesia–Jepang di Tokyo pada Senin (30/3/2026). (Foto: Dok BPMI Setpres)

Jakarta, MI - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk melakukan transformasi besar di bidang ekonomi dan energi, sekaligus memperkuat kerja sama internasional. 

Hal ini disampaikan Prabowo dalam Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo pada Senin, 30 Maret 2026.

Di bidang energi, Presiden mengungkapkan bahwa Indonesia tengah melakukan transformasi besar menuju energi bersih dan terbarukan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global, termasuk dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.

"Dalam tiga tahun ke depan, kami ingin mencapai 100 gigawatt energi surya. Bagi kami, ini lebih mendesak karena situasi yang kami lihat,” ujar Presiden dalam keterangan resminya, Senin (30/3/2026).

Presiden juga menyoroti potensi besar Indonesia dalam energi terbarukan lainnya seperti panas bumi, serta pengembangan bahan bakar nabati. 

Presiden menegaskan bahwa Indonesia memiliki salah satu cadangan panas bumi terbesar di dunia dan tengah mempercepat produksi bahan bakar berbasis kelapa sawit, termasuk peningkatan campuran biodiesel dari 40 persen menjadi 50 persen, serta pengembangan bahan bakar berbasis etanol dan berbagai komoditas nabati lainnya.

"Dengan upaya-upaya ini, kita akan berada dalam posisi yang aman untuk menghadapi ketidakpastian apa pun yang ada," tutur Presiden Prabowo.

Menyoroti dinamika global yang penuh ketidakpastian, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga hubungan ekonomi yang rasional di tengah situasi geopolitik dunia yang semakin kompleks. 

"Saat ini kita hidup dalam lingkungan global yang berbeda, penuh risiko, penuh ketidakpastian. Mempertahankan hubungan ekonomi yang rasional sangatlah penting,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara dengan karakter ekonomi terbuka yang sangat bergantung pada perdagangan dan kemitraan internasional. 

Oleh karena itu, Indonesia konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan prinsip persahabatan seluas-luasnya.

“Filosofi kami adalah 1.000 teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Indonesia berada dalam posisi yang nyaman karena kami tidak memiliki musuh,” ungkap Presiden.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru