Konsumsi BBM Naik 15% pada Periode Ramadan dan Lebaran 2026

Jakarta, MI - Ketua Posko Nasional Sektor ESDM periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2026, Erika Retnowati menyebut pasokan energi nasional tetap aman dan terkendali saat periode RAFI 2026. Hal itu karena hasil kolaborasi dan sinergi berbagai pihak.
Menurut Erika, dari sisi bahan bakar minyak (BBM), ketahanan stok nasional terjaga dengan rata-rata di atas 20 hari.
"Selama periode ini, terjadi peningkatan konsumsi gasoline sebesar 15 persen, sementara gasoil justru mengalami penurunan sebesar 18 persen. Adapun penggunaan avtur meningkat sebesar 7,2 persen dibandingkan kondisi normal," ujar dia dalam keterangan resminya, seperti dikutip Rabu (1/4/2026).
Pada sektor LPG, penyaluran berjalan lancar dengan dukungan agen dan pangkalan yang tetap beroperasi optimal, termasuk layanan siaga 24 jam di daerah dengan permintaan tinggi.
Ketahanan stok LPG nasional tercatat rata-rata 11,6 hari, dengan penyaluran harian mencapai 34.206 metrik ton atau meningkat 6,5 persen dari kondisi normal.
Sementara itu, sektor gas bumi dilaporkan tidak mengalami kendala dan tetap dalam kondisi aman. Di sektor ketenagalistrikan, seluruh sistem juga berjalan normal tanpa adanya status siaga maupun defisit, dengan total 17 sistem kelistrikan berada dalam kondisi stabil.
Di sisi lain, beberapa kejadian geologi seperti gempa bumi dan pergerakan tanah memang terjadi selama periode tersebut. Namun demikian, tidak ada gunung api yang berada pada status Awas.
Hanya dua gunung api yang berstatus Siaga, yaitu Gunung Merapi dan Gunung Semeru. Seluruh kejadian tersebut dipastikan tidak berdampak pada pasokan maupun distribusi energi di berbagai sektor.
"Secara keseluruhan, periode RAFI 2026 berhasil dilalui dengan aman, lancar, dan terkendali, dengan pasokan energi nasional tetap terjaga di tengah berbagai tantangan global," jelas dia.
Topik:
