BREAKINGNEWS

Laba PTBA Turun 43% di 2025: Hanya Raup Rp2,92 Triliun

Laba PTBA Turun 43% di 2025: Hanya Raup Rp2,92 Triliun
Pekerja tambang PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA). (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mencatat penurunan kinerja laba pada tahun buku 2025, seiring melemahnya harga batu bara di pasar global.

Perusahaan membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,92 triliun, turun 43% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp5,1 triliun. Di posisi pendapatan relatif stabil di angka Rp42,65 triliun, sedikit lebih rendah dari Rp42,76 triliun pada 2024.

Direktur Utama Bukit Asam, Arsal Ismail menyatakan, di tengah tekanan harga batu bara global sepanjang 2025, PTBA tetap mampu mempertahankan kinerja operasional yang solid. Perseroan juga mencatat perbaikan profitabilitas secara kuartalan, didorong oleh optimalisasi portofolio pasar ekspor dan peningkatan efisiensi biaya. Kinerja tersebut tercermin dari pertumbuhan volume produksi dan penjualan yang tetap positif.

"Selain itu, realisasi belanja modal yang optimal menjadi fondasi penting dalam mendukung keberlanjutan serta pertumbuhan kinerja operasional perseroan ke depan," ungkap dia dalam keterangan resminya, Rabu (1/4/2026).

Penurunan laba terjadi meskipun volume penjualan meningkat sekitar 6%. Kondisi ini dipengaruhi oleh turunnya harga batu bara global, tercermin dari penurunan Newcastle Index sebesar 22% dan ICI-3 sebesar 16% secara tahunan. Akibatnya, harga jual rata-rata ikut terkoreksi sekitar 6%.

Dari sisi pasar, penjualan domestik masih mendominasi dengan porsi 54%, sementara ekspor berkontribusi 46%. Adapun negara tujuan ekspor utama meliputi Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina.

Di sisi biaya, beban pokok pendapatan naik 5% menjadi Rp36,39 triliun, sejalan dengan kenaikan produksi batu bara sebesar 9% dan volume angkutan sebesar 6%.

Kenaikan biaya juga dipicu oleh meningkatnya harga bahan bakar, antara lain akibat penghapusan subsidi FAME serta penerapan kebijakan B40, yang mendorong harga BBM naik sekitar 13%.

Dari sisi neraca, total aset perusahaan tumbuh 5% menjadi Rp43,92 triliun. Liabilitas meningkat menjadi Rp21,30 triliun, terutama karena tambahan pinjaman bank, sementara ekuitas relatif stabil di kisaran Rp22,62 triliun.

Sepanjang 2025, realisasi belanja modal mencapai Rp4,55 triliun, yang sebagian besar digunakan untuk pengembangan jalur angkutan batu bara Tanjung Enim–Kramasan.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

Laba PTBA Turun 43% di 2025: Hanya Raup Rp2,92 Triliun | Monitor Indonesia