BREAKINGNEWS

WFH ASN Dievaluasi Juni 2026, Pemerintah Tinjau Efektivitasnya

WFH ASN Dievaluasi Juni 2026, Pemerintah Tinjau Efektivitasnya
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan work from home (WFH) akan dievaluasi pada Juni 2026, atau setelah dua bulan pelaksanaan. Aturan ini berlaku bukan buat aparatur sipil negara (ASN) saja, tapi juga untuk pegawai sektor swasta.

Evaluasi ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana kebijakan tersebut efektif dalam menghemat energi tanpa mengganggu produktivitas kerja.

"Kebijakan ini akan dievaluasi setelah dua bulan, atau pada Juni 2026, untuk memastikan efektivitasnya," kata Airlangga dalam konferensi pers secara daring, Selasa (31/3/2026) malam..

Pemerintah sendiri telah menetapkan WFH bagi ASN dilakukan satu hari dalam sepekan, yakni setiap hari Jumat, mengikuti pola kerja yang sebelumnya sudah diterapkan sejak masa pandemi.

Di sisi lain, sektor swasta juga didorong untuk menerapkan kebijakan serupa. Namun, pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing industri.

“Pengaturannya akan dituangkan dalam surat edaran Menteri Ketenagakerjaan dengan mempertimbangkan karakteristik tiap sektor usaha,” jelas Airlangga.

Namun, kebijakan WFH tidak berlaku untuk sektor layanan publik dan sektor esensial. Bidang seperti kesehatan, keamanan, kebersihan, serta sektor strategis seperti industri, energi, air, pangan, transportasi, logistik, dan keuangan tetap bekerja normal dari kantor atau lapangan.

Untuk sektor pendidikan, kegiatan belajar mengajar dari tingkat dasar hingga menengah tetap dilakukan secara tatap muka seperti biasa, tanpa perubahan jadwal.

Selain WFH, pemerintah juga mendorong efisiensi mobilitas. Penggunaan kendaraan dinas dibatasi hingga 50%, perjalanan dinas dalam negeri dipangkas hingga 50%, dan perjalanan luar negeri hingga 70%.

Masyarakat juga diimbau untuk lebih hemat energi dan mengurangi mobilitas yang tidak perlu.

Airlangga menegaskan, kondisi ekonomi Indonesia saat ini tetap stabil dengan fundamental yang kuat. Pemerintah juga memastikan stok BBM nasional dalam kondisi aman.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru