BREAKINGNEWS

Inflasi Maret 2026 Jadi 3,48%, Harga Listrik dan Pangan Pemicu Utama

Inflasi Maret 2026 Jadi 3,48%, Harga Listrik dan Pangan Pemicu Utama
Logo dari Badan Pusat Statistik (BPS). (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan atau year on year (yoy) Indonesia pada Maret 2026 sebesar 3,48 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 4,76 persen. 

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono menjelaskan inflasi terjadi karena kenaikan harga yang cukup luas di berbagai kebutuhan masyarakat, seperti energi (listrik), perumahan, dan pangan.

"Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga, penyumbang terbesarnya adalah tarif listrik," ujar dia di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Selain secara tahunan, BPS juga mencatat inflasi bulanan atau month to month (mtm) sebesar 0,41 persen, serta inflasi sejak awal tahun atau year to date (ytd) sebesar 0,94 persen.

Dari sisi wilayah, inflasi tertinggi di tingkat provinsi terjadi di Aceh dengan angka 5,31 persen, sementara yang terendah berada di Lampung sebesar 1,16 persen. Untuk tingkat kabupaten/kota, inflasi tertinggi tercatat di Kota Gunungsitoli yang mencapai 6,30 persen.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, sektor perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan kenaikan 7,24 persen. Disusul oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang meningkat 3,34 persen.

Sejumlah komoditas yang paling berkontribusi terhadap inflasi antara lain tarif listrik, emas perhiasan, daging ayam ras, ikan segar, dan beras. Kemudian, ada rokok, telur ayam, dan minyak goreng juga ikut mendorong kenaikan harga.

Di sisi lain, beberapa komoditas justru membantu menahan laju inflasi, seperti cabai merah, bawang putih, dan bensin yang mengalami penurunan harga.

Jika dilihat berdasarkan komponennya, inflasi inti tercatat sebesar 2,52 persen. Sementara itu, harga yang diatur pemerintah mengalami kenaikan cukup tinggi sebesar 6,08 persen, dan komponen harga bergejolak mencapai 4,24 persen.

Sektor energi menjadi salah satu faktor yang paling besar memengaruhi inflasi, dengan kenaikan mencapai 9,08 persen secara tahunan dan memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi nasional. 

Selain itu, kelompok bahan makanan juga mengalami kenaikan sebesar 3,78 persen dan turut menyumbang inflasi.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru

Inflasi Maret 2026 Jadi 3,48%, Harga Listrik Pendorong Utama | Monitor Indonesia