Emiten RAAM Masih Rugi RP54,3 Miliar di 2025, Turun dari 2024

Jakarta, MI - PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) mencatat penurunan pendapatan sepanjang 2025. Total penjualan neto perusahaan mencapai Rp180,96 miliar, turun 21,1 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp229,34 miliar.
Penurunan ini terutama disebabkan oleh jadwal perilisan film yang berbeda serta strategi perusahaan yang lebih selektif dalam memilih proyek.
Selain itu, sepanjang 2025 RAAM tidak memproduksi sinetron maupun web series, sehingga pendapatan dari katalog konten yang sudah ada juga ikut menurun.
Meski pendapatan turun, kondisi keuangan perusahaan justru menunjukkan perbaikan. Kerugian bersih berhasil ditekan cukup signifikan menjadi Rp54,30 miliar, jauh lebih kecil dibandingkan kerugian tahun sebelumnya yang mencapai Rp178,77 miliar.
Dari sisi operasional, RAAM juga mencatat arus kas positif sebesar Rp16,97 miliar. Ini menunjukkan pengelolaan keuangan yang lebih efisien serta kemampuan perusahaan dalam tetap menghasilkan uang dari portofolio kontennya.
Secara keseluruhan, kondisi keuangan perusahaan masih tergolong sehat. Total liabilitas tercatat Rp404,65 miliar, sementara ekuitas mencapai Rp1,30 triliun. Rasio utang terhadap ekuitas yang rendah memberikan ruang bagi perusahaan untuk terus berekspansi.
Menurut Direktur Keuangan RAAM Vikas Chand Sharma, tahun 2025 merupakan periode konsolidasi bagi perusahaan.
"Meski kinerja dipengaruhi oleh jadwal rilis dan biaya yang meningkat, RAAM berhasil memperkuat fondasi operasional dan disiplin keuangan," kata dia dalam keterangan resminya, Kamis (2/4/2026).
Sepanjang tahun, RAAM tetap menjalankan strategi jangka panjangnya sebagai perusahaan hiburan terintegrasi. Perusahaan terus memproduksi konten, memperluas distribusi ke pasar internasional, serta mengembangkan jaringan bioskop melalui ekspansi Platinum Cineplex ke berbagai wilayah baru.
Ke depan, RAAM berencana melakukan rights issue untuk memperkuat modal. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk mendukung ekspansi, termasuk rencana pembangunan lebih dari 50 lokasi Platinum Cineplex di berbagai daerah di Indonesia.
Langkah ini menunjukkan optimisme RAAM terhadap pertumbuhan industri hiburan, terutama di kota-kota tingkat dua dan tiga yang dinilai masih memiliki potensi besar.
"Perusahaan juga melihat peluang dari meningkatnya minat terhadap konten lokal serta berkembangnya infrastruktur bioskop di Tanah Air," pungkas dia.
Topik:
