OJK: Seleksi IPO Diperketat, Banyak Calon Emiten Gugur
.-(foto:-dok.-mi/dian-ihsan).webp)
Jakarta, MI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan semakin banyak perusahaan yang gagal melanjutkan proses penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Hal ini terjadi karena OJK kini menerapkan seleksi yang lebih ketat.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi menjelaskan saat ini OJK lebih mengutamakan kualitas perusahaan dibandingkan jumlah perusahaan yang melantai di bursa.
"Dengan pendekatan baru ini, tidak semua calon emiten bisa lolos seperti sebelumnya," kata dia dalam acara konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Dia menegaskan, dalam proses IPO sekarang, OJK benar-benar melakukan penyaringan secara ketat.
Akibatnya, sudah mulai banyak perusahaan yang harus ditolak karena dinilai belum memenuhi standar yang diharapkan.
Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga akhir Maret 2026 terdapat 12 perusahaan yang masih dalam antrean (pipeline) untuk melantai di bursa.
Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan perusahaan besar, dengan hanya satu perusahaan beraset menengah dan sisanya beraset besar.
Selain penolakan, OJK juga mencatat ada perusahaan yang memilih menunda rencana IPO. Namun, penundaan ini bukan semata karena gagal lolos seleksi, melainkan karena perusahaan menilai kondisi pasar belum tepat untuk melaksanakan IPO.
Meski begitu, minat perusahaan untuk masuk ke pasar saham masih cukup tinggi.
"OJK memastikan tetap terbuka bagi perusahaan yang ingin melantai di bursa, selama memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan," tegas Hasan.
Topik:
