BREAKINGNEWS

OJK: Ini Faktor Penyebab IHSG Anjlok 16,9%

OJK: Ini Faktor Penyebab IHSG Anjlok 16,9%
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan. (Foto: Dok. Istimewa)

Jakata, MI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan kondisi pasar modal Indonesia masih solid, mesi gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang cukup dalam sejak awal tahun.

Asal tahu saja, dari awal tahun hingga 1 April 2026, IHSG tercatat berada di level 7.184,44 atau turun sekitar 16,91 persen secara year to date (ytd). 

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menjelaskan bahwa tekanan ini bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga dialami oleh banyak pasar saham di dunia akibat kondisi global.

"Pergerakan IHSG saat ini lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal dibandingkan kondisi fundamental ekonomi dalam negeri," ujar dia di Gedung BEI, seperti diberitakan Jumat (3/4/2026).

Meski pasar sedang bergejolak, OJK menilai daya tahan pasar modal Indonesia masih cukup kuat. Hal ini terlihat dari aktivitas transaksi saham yang tetap tinggi. 

Sepanjang Maret 2026, rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp20,66 triliun, menunjukkan minat investor yang masih besar.

Likuiditas pasar juga dinilai stabil, tercermin dari spread bid-offer yang masih berada di level sehat.

Selain itu, industri pengelolaan investasi juga menunjukkan kinerja positif. Nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana hingga akhir Maret 2026 mencapai Rp695,71 triliun, atau tumbuh 3,22 persen sejak awal tahun.

Pasar modal juga tetap berperan sebagai sumber pendanaan bagi perusahaan. Hingga akhir Maret 2026, total dana yang berhasil dihimpun korporasi melalui pasar modal mencapai Rp51,96 triliun.

Dengan berbagai indikator tersebut, dia memastikan meski IHSG sedang terkoreksi, kondisi pasar modal Indonesia secara keseluruhan masih terjaga dan tetap memiliki fundamental yang kuat.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru