BEI Perkuat Aturan Saham: Free Float Naik demi Tarik Investor

Jakarta, MI - Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik menyampaikan kebijakan peningkatan porsi saham yang beredar di publik (free float) dilakukan untuk menyesuaikan standar internasional.
Dia menjelaskan, batas kepemilikan saham sebesar 5 persen tetap dipertahankan karena sudah sejalan dengan praktik global.
"Dengan kebijakan ini, diharapkan likuiditas pasar meningkat dan pasar modal Indonesia menjadi lebih menarik bagi investor," kata dia ditemui di Gedung BEI, Jakarta, seperti diberitakan Jumat (3/4/2026).
Selain itu, BEI juga memperkuat tata kelola perusahaan dengan memperketat kewajiban pelaporan serta meningkatkan kapasitas manajemen, mulai dari direksi, komisaris, hingga komite audit.
"Langkah ini juga didukung dengan program sosialisasi dan pendampingan bagi perusahaan tercatat," tutur Jeffrey.
Perubahan aturan juga mencakup pelaporan kepemilikan saham yang lebih rinci. Emiten kini wajib mengungkap data pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5 persen, termasuk pihak yang terafiliasi dengan pengendali, serta kepemilikan saham oleh direksi dan komisaris.
Adapun untuk informasi pemilik saham di atas 10% atau lebih, tidak dipublikasikan dan tersedia bagi pihak yang berkepentingan dan hanya dapat diberikan berdasarkan permintaan kepada bursa dengan memperhatikan prosedur yang telah ditetapkan oleh BEI.
"Pemegang saham di atas 5 persen, seluruh informasi terpublikasi, kecuali data mengenai single investor identification (SID), karena data tersebut bersifat rahasia," tegas dia.
Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Samsul Hidayat menegaskan pengumuman saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) bertujuan untuk meningkatkan keterbukaan informasi sekaligus melindungi investor.
KSEI juga menyediakan data kepemilikan saham yang lebih lengkap dan terklasifikasi berdasarkan jenis investor, yang dapat diakses publik melalui BEI.
"Dengan langkah ini, investor diharapkan bisa lebih memahami kondisi pasar sebelum mengambil keputusan investasi," pungkas Samsul.
Topik:
