BREAKINGNEWS

IPO Sepi di Awal 2026, OJK dan BEI Buka Suara

IPO Sepi di Awal 2026, OJK dan BEI Buka Suara
Bursa Efek Indonesia (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI memastikan target pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO) sepanjang 2026 tidak mengalami perubahan. Pernyataan ini disampaikan di tengah kondisi pasar modal Indonesia yang hingga akhir Maret 2026 masih sepi dari aktivitas IPO.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada revisi target penggalangan dana melalui pasar modal.

Ia menjelaskan, minimnya IPO belakangan ini lebih dipengaruhi kondisi pasar, baik karena sentimen domestik maupun geopolitik global.

"Nggak ada. Dari penggalangan dana belum kita revisi. Kita optimis. Semoga ya. Doa kita semua kalau ada pemulihan yang cepat disertai dengan upaya reformasi yang sudah kita hadirkan momentumnya dapet. Sekarang sebenarnya kalau di pipeline itu banyak, tapi karena kondisinya. Bukan ditolak saja, tapi ada juga yang menunda karena memang timing yang dirasakan kurang pas jadi kita hargai itu," tutur Hasan kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Hasan menambahkan bahwa minat perusahaan untuk mendaftar IPO masih tergolong tinggi. Bahkan dalam waktu dekat, ia menyebut akan ada perusahaan baru yang segera melantai di bursa.

"Ternyata animo mendaftar untuk pernyataan efektif maupun tercatat di bursa jumlah angkanya cukup signifikan. Jadi belum ada kebutuhan untuk revisi dalam waktu dekat," katanya.

Berdasarkan data antrean IPO di BEI per 27 Maret 2026, terdapat 12 perusahaan yang masuk dalam pipeline pencatatan saham. Dari jumlah tersebut, 11 perusahaan masuk kategori aset berskala besar di atas Rp 250 miliar.

Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan optimisme terhadap target IPO tahun ini. Sepanjang 2026, BEI menargetkan 555 pencatatan efek di pasar modal, termasuk 50 IPO perusahaan baru.

"Tentu kita harus optimis nih teman-teman sekalian. Dengan kita meningkatkan dari sisi transparansi, kepercayaan akan meningkat. Tentu harapannya lebih banyak pihak yang melakukan investasi. Dari sisi supply side justru lebih semangat nih. Karena apa? Kalau orang sudah percaya demand side-nya juga mendukung tentunya supply side akan menjadi lebih atraktif untuk dia masuk ke pasar," jelas Nyoman kepada wartawan.

Nyoman juga menyampaikan, BEI saat ini terus melakukan pembenahan terhadap ekosistem pasar modal nasional. Ia mengatakan, perkembangan terkait IPO nantinya akan dilaporkan ke OJK sesuai dengan asumsi kondisi pasar modal saat ini.

Ia menyebut, pihaknya masih melakukan perhitungan dan evaluasi dengan asumsi bahwa infrastruktur serta seluruh program kerja yang direncanakan dapat berjalan sesuai target. 

"Kita akan menyampaikan dalam waktu dekat ke OJK. Jadi kita masih menghitung untuk dengan asumsi semuanya kita yakinkan infrastruktur, terus kemudian semua rencana program kerja kita jalan. Dari sisi total efek yang dicatatkan kita lebih tinggi dari periode sebelumnya. Tentu tunggu dulu karena kita harus kirim ke OJK. Jadi kalau ingat teman-teman sekalian, komponen dari target kita kan berbagai instrumen," pungkas Nyoman.

Topik:

Rolia Pakpahan

Penulis

Video Terbaru