BREAKINGNEWS

Rugi PP Properti Naik Tajam Jadi Rp4,83 Triliun di 2025

Rugi PP Properti Naik Tajam Jadi Rp4,83 Triliun di 2025
Logo dari PT PP Properti Tbk (PPRO). (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - PT PP Properti Tbk (PPRO) mengalami kerugian yang semakin dalam sepanjang 2025, bila dibandikan kerugian yang digenggam pada tahun 2024. 

Berdasarkan laporan keuangan terbaru perseroan yang dikutip dari keterbukaan informasi BEI, pada Minggu (5/4/2026), rugi bersih PP Properti mencapai Rp4,83 triliun di 2025, meningkat 343,4 persen dari porsi rugi Rp1,09 triliun di 2024.

Akibatnya, kerugian per saham ikut meningkat menjadi Rp82 di 2025, dari sebelumnya Rp18,49 pada 2024.

Anak usaha PT PP (Persero) Tbk (PTPP) ini juga mengalami penurunan penjualan sebesar 29,5%, dari Rp458,50 miliar di 2024 menjadi Rp323,22 miliar di 2025.

Sejalan dengan penurunan penjualan, beban pokok penjualan PP Properti mengalami penurunan menjadi Rp300,07 miliar, dari sebelumnya Rp434,45 miliar. Hal ini membuat laba kotor turun menjadi Rp23,14 miliar, dari porsi sebelumya Rp24,04 miliar.

Beban usaha PP Properti naik menjadi Rp105,27 miliar, dari Rp84,63 miliar. Beban keuangan perseroan turun dari Rp891,04 miliar menjadi Rp178,70 miliar. Dan Beban penurunan nilai persediaan yang naik tajam dari Rp42,77 miliar menjadi RP4,51 triliun.

Pada akhirnya membuat rugi sebelum pajak penghasilan dan rugi tahun berjalan PP Properti masing-masing menjadi Rp4,84 triliun dan Rp4,85 triliun.

Dari sisi neraca, total aset PP Properti tercatat turun drastis menjadi Rp10,66 triliun, dari porsi Rp17,39 triliun di 2024. Dengan porsi liabilitas dan ekuitas yang juga menurun masing-masing menjadi Rp4,52 triliun dan Rp6,14 triliun.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru