Jakarta, MI - Kinerja keuangan PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) menunjukkan hal yang cukup unik sepanjang 2025. Meski penjualan menurun, perusahaan justru berhasil meningkatkan laba bersih berkat efisiensi dan keuntungan dari selisih kurs.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dikutip pada Minggu (5/4/2026), penjualan bersih Gajah Tunggal tercatat Rp17,66 triliun, turun sekitar 2% dibandingkan Rp18,02 triliun pada tahun sebelumnya. Laba kotor juga ikut melemah menjadi Rp3,55 triliun dari Rp3,87 triliun.
Namun, di tengah penurunan tersebut, laba sebelum pajak justru naik menjadi Rp1,62 triliun, atau tumbuh 3,85% secara tahunan.
Kenaikan ini terutama didorong oleh turunnya beban keuangan hingga 33,72% menjadi Rp453,79 miliar, serta berbaliknya selisih kurs dari rugi menjadi keuntungan sebesar Rp96,03 miliar.
Alhasil, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan meningkat menjadi Rp1,24 triliun, naik 5,08% dibandingkan tahun sebelumnya Rp1,18 triliun. Laba per saham (EPS) juga ikut naik menjadi Rp357 dari Rp341.
Dari sisi neraca, total aset perusahaan meningkat menjadi Rp21,67 triliun pada 2025. Dengan posisi liabilitas dan ekuitas masing-masing menjadi Rp11,21 triliun dan Rp10,45 triliun.

