BREAKINGNEWS

IHSG Tertekan 0,99% Selama Satu Pekan Perdagangan

IHSG Tertekan 0,99% Selama Satu Pekan Perdagangan
Main hall Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Dok MI)

Jakarta, MI - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sepanjang periode 30 Maret-2 April 2026. IHSG turun 0,99% atau 70,275 poin ke level 7.026,782 dari sebelumnya 7.097,057.

Pelemahan ini dipicu tekanan dari saham-saham berkapitalisasi besar, terutama di sektor perbankan dan energi, serta aksi jual investor asing yang cukup besar.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dikutip Minggu (5/4/2026), IHSG sempat menyentuh level terendah di 6.945,502 selama periode tersebut, menunjukkan tekanan pasar yang cukup dalam.

Saham-saham besar menjadi penyumbang utama pelemahan indeks. PT Barito Renewables Energy Tbk dan PT Bayan Resources Tbk menjadi penekan terbesar, masing-masing berkontribusi negatif lebih dari 26 poin.

Dari sektor perbankan, tekanan datang dari saham-saham unggulan seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang turut menyeret indeks ke zona merah.

Selain itu, beberapa saham lain seperti PT Sinar Mas Multiartha Tbk, PT Mora Telematika Indonesia Tbk, PT Bank Mega Tbk, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk juga ikut memberikan tekanan tambahan, meski dengan kontribusi lebih kecil.

Aksi jual investor asing turut memperburuk kondisi pasar. Sepanjang sepekan, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp2,94 triliun.

Dari sisi aktivitas perdagangan, minat transaksi juga melemah. Rata-rata nilai transaksi harian turun 36,69% menjadi Rp14,77 triliun, sementara volume transaksi harian menyusut 8,62% menjadi 25,87 miliar saham.

Secara sektoral, mayoritas sektor mengalami penurunan, dengan sektor keuangan turun 2,23%, energi melemah 1,52%, dan transportasi & logistik terkoreksi 3,57%. Meski begitu, beberapa sektor masih mencatatkan penguatan, seperti consumer cyclicals yang naik 6,58% dan sektor industri yang tumbuh 3,35%.

Secara keseluruhan, tekanan pasar terlihat cukup luas. Sebanyak 203 saham tercatat turun lebih dari 2%, sementara hanya 335 saham yang berhasil menguat, mencerminkan dominasi sentimen negatif di pasar saham selama periode tersebut.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru