Jakarta, MI - PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mengalami kinerja yang buruk menutup tahun buku 2025, bila dibandingkan pencapaian pada 2024.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Selasa (7/4/2026), perusahaan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp21,6 miliar, berbalik dari laba Rp2,5 miliar pada tahun sebelumnya.
Penurunan ini juga tercermin pada rugi per saham yang menjadi Rp10,88, dari sebelumnya laba Rp1,35 per saham.
Dari sisi pendapatan, penjualan bersih MEJA turun tajam menjadi Rp28,07 miliar, merosot sekitar 40% dibandingkan Rp47,15 miliar pada 2024.
Meski beban pokok penjualan ikut menurun jadi Rp27,98 miliar dari Rp31,58 miliar, laba kotor tetap tergerus drastis menjadi hanya Rp93,28 juta, dari sebelumnya Rp15,56 miliar.
Tekanan semakin besar di level operasional. Perusahaan mencatat rugi usaha sebesar Rp8,01 miliar, berbalik dari laba usaha Rp7,29 miliar pada tahun sebelumnya.
Selain itu, beban lain-lain juga melonjak signifikan menjadi Rp13,2 miliar, dari sebelumnya Rp3,77 miliar.
Dari sisi neraca, kondisi keuangan perusahaan juga melemah. Total aset turun menjadi Rp88,7 miliar dari Rp110,7 miliar. Ekuitas menyusut menjadi Rp63,58 miliar, sementara liabilitas turun tipis menjadi Rp25,12 miliar.

