BREAKINGNEWS

Avtur Naik 70%, Tiket Pesawat Berpotensi Naik hingga 13%

Avtur Naik 70%, Tiket Pesawat Berpotensi Naik hingga 13%
Pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Dok Istimewa)

Jakarta, MI - Lonjakan harga bahan bakar pesawat (avtur) menjadi tekanan besar bagi industri penerbangan nasional. Kenaikan ini dipicu kondisi geopolitik dan geoekonomi global yang membuat harga energi melonjak tajam.

Di Bandara Soekarno-Hatta, harga avtur per 1 April 2026 tercatat mencapai Rp23.551 per liter, atau naik 70% dari sebelumnya Rp13.656 per liter.

Kenaikan ini berdampak besar bagi maskapai, karena avtur menyumbang sekitar 40% dari total biaya operasional. Untuk meredam dampaknya, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah agar harga tiket tetap terjangkau bagi masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah akan menyesuaikan fuel surcharge (biaya tambahan bahan bakar) menjadi maksimal 38%, dari sebelumnya 10% untuk pesawat jet dan 25% untuk pesawat propeler.

"Kami (pemerintah) tetap berupaya menahan kenaikan harga tiket pesawat domestik agar berada di kisatan 9%-13%," ujar dia di Jakarta, seperti dikutip Selasa (7/4/2026).

Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 11% untuk tiket pesawat kelas ekonomi. 

Kebijakan ini diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp1,3 triliun per bulan dan akan berlaku sementara selama dua bulan, dengan evaluasi berkala.

Dari sisi industri, pemerintah juga mendorong efisiensi dengan menghapus bea masuk impor suku cadang pesawat menjadi 0%. 

Langkah ini diharapkan dapat menurunkan biaya operasional maskapai sekaligus meningkatkan daya saing industri perawatan pesawat (MRO).

“Kebijakan ini untuk menjaga keberlanjutan industri penerbangan sekaligus memastikan layanan tetap terjangkau bagi masyarakat," ucap Airlangga.

Dengan berbagai langkah tersebut, dia berharap industri penerbangan tetap bertahan di tengah lonjakan biaya, sekaligus menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan stabil.

Topik:

Dian Ihsan

Penulis

Video Terbaru